Terapi Jus - Membantu Penyembuhan Penyakit Berat dan Ringan

0 komentar

Terapi jus atau juice therapy terbukti dapat membantu penyembuhan penyakit berat dan ringan. Jus yang terbuat dari buah dan sayuran lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga nutrisi dapat diserap optimal. Kandungan buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral dan fitonutrien yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit dan mencegah kanker.  Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo. 
Informasi lengkap tentang jus terapi bisa di klik di SINI

Jus Mangga Wortel 
(foto belakang)

Bahan:
150 g mangga, potong-potong
60 g wortel, potong-potong
60 ml air es
4 potong es batu
1 sdm susu kental manis
Cara Membuat:
  1. Masukkan potongan mangga, wortel, air es, susu kental manis dan es batu ke dalam tabung blender. Haluskan hingga lembut. Angkat.
  2. Tuang jus ke dalam gelas saji. Hidangkan segera.
Untuk 2 porsi

Rucuh Asam Jawa 
(foto depan)

Bahan:
800 ml air matang
3 sdm asam jawa
60 g gula jawa
100 ml air perasan jeruk manis
5 cm jahe
Es batu secukupnya
Cara Membuat:
  1. Campur air hangat dengan asam jawa, gula jawa dan jahe. Aduk rata, saring.  Masukkan air perasan jeruk manis, saring. Dinginkan.
  2. Tuang rucuh asam jawa ke dalam gelas saji. Hidangkan.
Untuk 4 Porsi

Raw Food Diet - Rujak Buah

0 komentar


Diet makanan mentah atau raw food diet memberi manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain kaya vitamin, mineral dan serat, diet raw food juga menghindari tubuh dari  asupan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker.  Berikut resep raw food diet yang bisa Anda coba di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Rujak Buah

Bahan:                  
60 g timun, potong-potong
100 g nanas, potong-potong
100 g bengkoang, potong-potong
100 g jambu air, potong-potong
Sambal Rujak:
10 buah cabe rawit
2  buah cabe merah keriting
3 sdm irisan gula merah
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
  1. Sambal Rujak: Haluskan cabe rawit, cabe merah keriting, gula merah, garam dan air jeruk nipis hingga lembut. Sisihkan,
  2. Penyajian: Siapkan piring saji, atur potongan buah di dalam piring.Siram dengan sambal rujak. Hidangkan.
Untuk 3 Porsi

Tip: Sajikan sambal rujak di tempat terpisah agar buah-buahan tidak berair. Buah bisa diganti sesuai selera.

DAAI TV Present: Workshop, Bazaar dan Demo Masak Dalam Rangka Ulang Tahun Program Acara House & Living yang ke 2

0 komentar

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke 2 Program House & Living - DAAI TV mengajak Anda menghadiri serangkaian acara, seperti Bazaar Produk Handmade & Recycle, Demo Masak oleh Chef Budi Sutomo dan Workshop Membuat Boneka Kain Perca Oleh Ideku Handmade.

Acara diadakan pada;
Minggu, 5 Desember 2010pk. 14.00-23.00 WIB. Lokasi di Mini Square La Piazza, Kelapa Gading.
Biaya workshop Rp. 60,000,-/ orang. Anda mendapatkan : peralatan workshop, gratis berlangganan majalah Sekar selama 3 bulan (6 edisi) dan snack. Ditunggu partisipasinya.

Untuk informasi dan pendaftaran workshop, hubungi:Yane ; 0856-9106-6268, 021-6123733 (hari dan jam kerja).

Angkak - Bumbu Masakan Cina

0 komentar


Angkak adalah bumbu masak yang sering di pakai dalam masakan Cina. Terbuat dari beras ketan yang difermentasikan dan dikeringkan sehingga warnanya berubah menjadi merah. Di pasaran terdapat dua jenis angkak, yaitu yang dijual dalam keadaan basah dan kering.

Di dalam masakan, Fungsi angkak, memberikan warna merah alami pada masakan daging, ayam maupun ikan, terutama masakan yang dipanggang. Aroma masakan juga menjadi lebih segar dan lezat.  Angkak basah cocok sebagai bumbu tumis tahu maupun sayuran. Penggunaan angkak basah bisa langsung dimasak dengan aneka tumisan. Sedangkan yang kering bisa di gunakan utuh maupun dihaluskan dengan bumbu-bumbu yang lain. Budi Sutomo.
   
Angkak

Bahan:
Beras ketan 150 g, cuci bersih
Biang/ragi Monascus angka atau Monascus purpureus 1 sdt
Air 250 ml
Cara Membuat:
  1. Didihkan air, masukkan beras, masak hingga cairan terserap habis, angkat. Kukus beras hingga matang. Angkat, dinginkan.
  2. Taburi nasi dengan ragi, aduk rata. Masukkan beras beragi ke dalam tempat bertutup.
  3. Fermentasikan selama tiga hari hingga timbul gelembung-gelembung dan beras menjadi berwarna merah. Keringkan/jemur hingga kering. Kemas angkak dalam wadah tertutup rapat. Angkak siap digunakan.
Untuk 150 g

Publikasi Artikel Budi Boga di Koran,Tabloid, Majalah & Media Online

0 komentar

Ilmu yang berguna adalah ilmu yang diamalkan dan bermanfaat bagi sesamanya. Katanya sih amal jariyah, amalan yang pahalanya tidak ada habisnya. Berikut beberapa, kumpulan artikel kesehatan, gizi dan kuliner yang di publikasikan di media online. Baik hasil wawancara maupun mengutip dari Gizi dan Kuliner by Budi:

Rahasia Membuat Roti Empuk ala Bakery

0 komentar


Buku ini terselesaikan dalam waktu hampir 5 bulan. Keinginan untuk membuat resep terbaik menjadikan kontrol resep super ketat serta dapur uji yang berulang-ulang. Hanya resep terbaik dan lolos dapur uji yang dipersembahkan untuk pembaca. Selamat Berwirausaha.
Wirausaha boga seperti membuka toko roti atau bakery memang menjanjikan laba yang melimpah. Tidak diperlukan modal terlalu besar dan risiko kegagalannya rendah. Namun demikian, ada kiat-kiat khusus agar bisnis ini sukses dan mengasilkan keuntungan. Baca panduannya di dalam buku ini.

Judul:
Wirausaha Roti Favorit
Penulis:
Budi Sutomo
Harga:
Rp. 45.000
Jumlah Halaman:
100 halaman
Penerbit:
Puspa Swara
Wisma Hijau, Jl. Mekarsari Raya No 15. Cimanggis, Depok, 16952. Tlpn: (021) 8729060. Fax: (021) 8712219. E-Mail: info@puspaswara.com atau swara@cbn.net.id
Pemesanan:
Telepon: (021) 8729060 Fax (021) 8712219

Resensi:
Anda ingin memulai berwirausaha roti? Buku Wirausaha Roti Favorit layak menjadi pegangan dan panduan berbisnis roti. Bisnis usaha roti memang sangat menjanjikan keuntungan. Usaha ini juga jarang mengalami kegagalan karena produk konsumsi roti masarakat Indonesia tergolong cukup tinggi. Makanan yang berbahan pokok tepung terigu ini sudah banyak dikonsumsi sebagai alternatif sumber kalori pengganti nasi maupun snack pengganjal perut kektika lapar. Seiring dengan meningkatnya konsumsi roti, industri ini turut berkembang pesat, baik bersekala besar, menengah maupun home industry atau rumahan. Namun demikian, usaha ini memerlukan trik dan kiat khusus agar produk yang dihasilkan berkualitas baik, bersaing dipasaran dan tidak mengalami kegagalan. Jawabanya semua diulas tuntas didalam buku setebal 100 halaman ini.

Jika Anda jeli membaca peluang, jangan tunda lagi, mulailah berwirausaha roti. Sebagai panduan, buku ini layak Anda miliki. Dalam buku ini, dibahas secara rinci dan menalam seluk beluk memulai usaha roti. Pembahasan diawali dari konsep usaha, pengenalan produk, prospek bisnis, pengenalan alat, pengenalan sifat bahan dasar, resep-resep pilihan yang telah lolos dapur uji, aneka tip roti ala bakery yang sedang trend, teknik pengemasan, pemasaran, evaluasi kegagalan produk roti disertai solusinya, penyimpanan, promosi produk dan kalkulasi harga jual untuk memperkirakan keuntungan. Semuanya dijelaskan secara rinci dengan bahasa yang mudah dipahami.



Resep-resep yang disajikan di dalam buku ini merupakan resep pilihan yang sedang trend ala bakery ternama serta banyak diminati konsumen. Semua resep disertai foto yang artistik dan tip anti gagal. Adapun resepnya adalah; Roti Tawar Putih, Brown Bread, Roti Polo Isi Ayam, Roti Tulban isi Cokelat, Roti Kepang Kismis, Roti Hotdog isi Sosis, Roti Burger, Mozzarella Soft Roll, Roti unyil daging asap, Roti Unyil Sosis Keju, Roti Pandan isi tape, Roti Kukus isi kacang hijau, Pizza Jamur Jagung Manis, Donat Tabur Almond ala J-Co, Donat Siram Cokelat, Bola-Bola Donat Panggang, Roti Goreng isi ayam, Roti Abon ala Bread Talk, Danish Gulung Kismis, Brioche Keju, Roti Lilit Pisang, Roti Sarikaya ala Roti Boy, Roti isi Salad, Roti Cokelat Isi Selai Kacang, Cup Roti isi Selai Stroberi, Pan Bread Daging Asap, Roti Bun Isi Selai Nenas, Loaf Bread, Roti Manis Tabur Keju, Roti Taiwan Isi Sosis, Roti Zebra Cokelat, Croissant Keju, Roti Isi Sosis, Roti Sobek Isi Cokelat. Banyak pilihan bukan? Jangan tunda lagi, miliki buku ini dan mulailah berwirausaha roti.

Dekorasi Kue Menggunakan Butter Cream

0 komentar


Perayaan Hari Natal tentu Anda ingin menyajikan hidangan yang special untuk acara jamuan makan.  Salah satunya adalah kue tart. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dengan membeli kue tart dari bakery ternama. Dengan sedidik ketelatenan dan bermodalkan butter cream, cake buatan Anda bisa dihias secantik kue ala bakery. Teks/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo. 

Informasi lengkap tentang buku CARA MUDAH MENGHIAS CAKE bisa dilihat DI SINI 


Bahan: 
1 buah cake (jenis cakenya bisa cake cokelat, fruit cake atau bolu) yang di cetak dengan loyang bentuk lonceng.
500 g butter cream warna hijau (resep butter cream klik di sini)
500  g butter cream warna putih
Permen cokelat warna-warni
Hiasan natal sesuai selera (boneka, pohon, binatang, rumput) 

Cara Membuat:

1. Olesi seluruh permukaan cake dengan butter cream warna hijau. Semprotkan pada sisi samping bagian bawah dan atas dengan butter cream warna putih menggunakan spuit bintang.

2. Tutup separuh bagian atasnya dengan butter cream warna hijau menggunakan spuit daun.


3. Semprotkan menggunakan spuit bintang pada seluruh sisinya menggunakan butter cream warna hijau menggunakan spuit bintang.


4. Hias bagian permukaan cake yang belum dihias dengan daun butter cream menggunakan permen cokelat warna-warni, boneka,dan pohon plastik. Atur komposisinya agar terlihat harmonis dan cantik. Kue tart natal siap disajikan.

Membuat Kue Natal Cantik

0 komentar

Hari natal sebentar lagi. Anda umat nasrani tentu tengah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut perayaan natal. Tidak ketinggalan adalah membuat kue untuk suguhan. Berikut adalah resep kue special natal yang bisa Anda coba di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo
Informasi Lengkap Kue Kering Klik di SINI

Christmas Leaf Cookies

Bahan:
750 g tepung terigu rendah protein/cap kunci
500 g margarin
250 g gula halus
3 butir kuning telur
1 sdm bubuk kayu manis
½ sdt garam halus
Hiasan:
200 g gula halus
1 butir putih telur
2 sdm air jeruk nipis/lemon
2 tetes pewarna merah
2 tetes pewarna hijau
Cara Membuat:
  1. Campur dan aduk rata tepung terigu, kayu manis bubuk, gula halus dan garam, aduk rata. Ayak. Sisihkan.
  2. Masukkan margarin dan kuning telur ke dalam campuran tepung. Potong-potong atau aduk-aduk adonan menggunakan pisau atau sepatula plastik hingga terbetuk adonan berbutir-butir halus.
  3. Satukan adonan dengan cara di kepal-kepal sengan tangan atau sendok kayu hingga adonan menyatu.
  4. Giling adonan di atas plastik hingga ketebalan ½ cm. Cetak dengan cetakan bentuk daun. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Atur kue yang telah di bentuk di atas loyang beroles margarin. Panggang di dalam oven bertemperatur 160oC selama 25 menit atau hingga kue matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat. Dinginkan.
  6. Hiasan: campur semua bahan hiasan menggunakan pengocok kawat hinga terbentuk adonan yang licin. Bagi menjadi dua bagian, tambahkan masing-masing bagian dengan pewarna merah dan hijau.
  7. Hias kue dengan bahan hiasan. Biarkan hiasan mengeras. Kemas kue di dalam stoples kedap udara. Sajikan.
Untuk ± 1700 g

Tip: Jangan memberi hiasan sewaktu adonan masih panas karena gula akan melebar dan hiasan menjadi tidak bagus. Jika hiasan susah mengering, oven sebentar hingga lapisan hiasan gula mengeras. Bahan hiasan bisa diganti dengan white cooking chocolate yang di tim dan ditambah pewarna.

Sejarah & Resep Roti Gambang

0 komentar

Sesuai dengan namanya, roti gambang memang mirip dengan alat musik tradisional masarakat Betawi, yaitu Gambang. Alat musik Gambang terbuat dari besi atau batangan kuningan yang disusun berjejer sehingga menimbulkan bunyi yang harmoni jika dipukul. Alat musik gambang merupakan salah satu alat musik yang wajib ada dalam kesenian musik Gambang Kromong. Sepintas bentuk dan warna kue gambang memang mirip dengan alat musik ini. Mungkin dari sinilah asal muasal dari nama kue gambang. Sedikit berbeda dengan masyarakat Semarang, mereka menyebut kue ini dengan sebutan Kue Ganjal Rel. Masuk akal, karena bentuk kue memang seperti papan bantalan rel kereta.
Roti gambang atau yang sering disebut dengan kue gambang adalah kue yang berasal dari Pulau Jawa. Khususnya banyak dijumpai di Jakarta (Betawi). Kue warisan dari zaman Belanda ini memiliki rasa yang unik dan khas.  Tentu Anda tidak akan menjumpai roti gambang di Belanda, karena adonan roti ini sudah di modifikasi masarakat setempat. Seperti penggunaan ragi/yeast sebagai bahan pengembang yang biasa digunakan sebagai bahan pengembang roti,  diganti dengan baking powder. Gula pasir yang zaman dulu susah didapat, membuat nenek moyang kita mengakalinya dengan mengganti  gula merah. Sedangkan bumbu spekoek/spekuk/bumbu lapis legit  (campuran bubuk cengkih, pala, kayu, manis) diganti dengan bubuk kayu manis saja yang lebih simpel. Modifikasi ini membuat roti kambang memiliki  tekstur yang empuk namun tidak selembut roti. Cita rasa yang khas dengan aroma wangi bubuk kayu manis dominan. Rasa manis yang tidak terlalu kuat karena penggunaan gula jawa dan warna kecoklatan dari warna alami gula merah. Aslinya roti gambang memiliki tekstur yang agak keras dan sedikit membal pada bagian tengahnya, sehingga menurut saya lebih cocok di kelopokan dalam kategori cookies atau kue kering. Namun saat ini sebagian bakery memodifikasi adonan kue ini sehingga hasilnya lebih empuk, sesuai selera konsumen yang sedang menggandrungi roti-roti bertekstur empuk. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.
Bahan :
400 g g tepung terigu protein sedang (Cap Segitiga Biru)
150 g gula merah, iris halus
100 g mentega/margarin
50 g gula pasir
150 ml air
1 butir telur, kocok sebentar menggunakan garpu
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
2 sdt bubuk kayu manis
2 tetes pewarna cokelat
3 sdm biji wijen sangrai
1 sdm susu bubuk
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Didihkan air, rebus gula merah dan gula pasir hingga gula larut. Angkat, saring dan dinginkan.
2. Di tempat terpisah, campur tepung terigu dengan gula pasir, susu bubuk, baking powder, soda kue, garam dan bubuk kayu manis. Aduk rata.
3. Masukkan telur, pewarna cokelat, margarin dan rebusan gula merah ke dalam adonan tepung. Aduk dan uleni dengan tangan sebentar hingga terbentuk adonan yang bisa dipulung/dibentuk.
4. Masukkan adonan ke dalam kom adonan. Tutup menggunakan serbet basah dan diamkan selama 30 menit.
5. Potong dan timbang adonan, masing- masing seberat 40 g. Bentuk bulat panjang dan agak dipipihkan. Letakkan adonan yang telah dibentuk di atas loyang beroles margarin.
6. Olesi atasnya dengan air menggunakan kuas kue. Taburi biji wijen yang telah di sangrai.
7. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 30 menit atau hingga kue matang, kering dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, dinginkan.
8. Simpan kue di dalam stoples kedap udara. Sajikan.
Untuk 600 g
Tip: Gunakan mentega agar aroma kue lebih harum. Pilih gula merah berwarna gelap agar warna kue lebih cokelat dan bagus.

Hari Terahir Acara Wisata Kuliner Novotel Bloggers di Hong Kong

0 komentar








Tidak terasa tinggal satu hari perjalanan para blogger menyururi keunikan budaya, kultur dan kuliner Kota Hong Kong dalam rangkaian kegiatan Navotel Bloggers Event. 

Novotel Hotel Hongkong bekerja sama dengan  Hong Kong Tourism Board dan PRDA Asia sebagai media patner. Mengundang sembilan blogger papan atas Asia Pasific untuk medapat kesempatan istimewa menelusuri beragam lokasi wisata kota Hong Kong. Selain tempat yang indah, Hong Kong Tourism Board juga memiliki jadwal beragam kegiatan menarik yang sayang dilewatkan. Seperti Hong Kong Wine and Dine Festival, Lan Kwai Fong Carnival, Sai Kung Seafood Festival dan Vietnam Cooking Class di Stanley. Namun sayang, tidak semua acara menarik bisa kami ikuti karena keterbatasan waktu. Hari terahir kami di Hong Kong di isi dengan beragam kegiatan, sembilan blogger dari Asia Pasific yang diwakili oleh  blogger Indonesia  Budi Sutomo,  Australia Blogger Minh Giang, New Zealand Blogger Deborah Zoe O’Sullivan, India Blogger Ajay Jain, Philippines Blogger Ivan Henares, Malaysia Blogger Lee Khang Yi, China Blogger Zhan Yun Yi, Singapore Blogger Lau Feng Kai, dan  Blogger Jepang  Owen Schaefer. Serta blogger lokal dari  Hong Kong, yaitu HKEpicurus, Razlan Manjaji, Jason Tse, Lo Yan dan  Fabrice Lau.  memliki jadwal acara yang cukup padat.

Pagi hari saat Free time saya berjalan kaki mengunjungi halaman Hong Kong Convention and Exhibition Center. Lokasinya di Wan Chai Ferry Pier, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Hotel Novotel Century Hong Kong tempat saya menginap. Di halaman gedung ini terdapat sebuah patung Bunga Bauhinia atau Golden Bauhinia yang konon dilapisi emas. Pemandangan di lokasi ini sangat indah karena letaknya di pesisir pantai dan di kejauhan terlihat gedung-gedung pencakar langit.
30 menit menghabiskan waktu di Golden Bauhinia Square, saya langsung meluncur menggunakan kereta listrik MTR menuju Disneyland Hong Kong. Tempat wisata keluarga berupa taman  yang dibuat oleh Walt Disney Company dan pemerintah Hong Kong pada tahun 2005. Sebagai salah satu daya tarik wisata Hong Kong, Disneyland memang cukup lengkap dan menarik. Di sini saya bisa melihat-lihat wahana Main Street USA, Fantasyland, Adventureland, Tomorrowland, Frontierland dan Mickey’s Toontwon. Sepertinya waktu 3 jam yang saya miliki tidak cukup untuk mengelilingi Disneyland. Sayang memang, namun saya harus berkumpul dengan para blogger karena ada undangan makan siang di Michelin Restaurant Island Tang.

Siang hari, Blogger diundang untuk mencoba makanan sebuah restoran mewah di Island Tang - Michelin's One Star Restaurant . Sebuah restoran fine dining yang mewah dengan menu Chinese food.  Acara makan terasa begitu singkat. Seperti biasa jika para foodie blogger berkumpul, kamipun saling berbagi pengalaman rasa tentang jenis makanan yang disajikan, dan tentu memamerkan hasil foto masing-masing untuk menambah pengetahuan. Selain suasana yang menyenangkan, suguhan menu seperti Sup Ikan Hiu Vegetarian, Dim Sum, Udang Goreng Renyah, Iga Panggang dan Bubur Almond, semua habis tanpa sisa. Bukan lapar, tapi terasa sayang untuk disisakan karena memang sungguh lezat. 

Setelah lunch, hasrat berbelanja dan mencoba makanan pinggir jalan kembali menggoda. Hari yang tersisa tentu tidak disia-siakan. Para blogger telah memuaskan hasrat belanja di Mong Kok-Ladies Market dan  Times Square di daerah Causeway Bay. Di kawasan ini memang diperuntukan untuk wisata belanja. Semua oleh-oleh khas  Cina, mulai dari makanan, pakaian, alat elektronik hingga souvenir dijajakan dengan harga yang terjangkau.

Sepanjang daerah Causeway Bay juga banyak berjejer restoran dan toko yang menjual aneka jenis makanan. Sayuran seperti akar teratai segar terlihat banyak dijajakan. Akar teratai biasanya diolah menjadi campuran sup. Kue bulan atau moon cake menggoda saya untuk mencobanya. Kue manis berbahan tepung terigu dengan aneka isi cukup mengganjal perut di sore hari. Cumi dan daging berkuah pedas pun terasa sedap dengan aroma menggugah selera. Aneka olahan daging babi terlihat menggiurkan, namun yang satu ini saya tidak berani makan. Cukup memandang dengan takjub saat didepan mata terlihat kepala babi yang di asap dengan bumbu kemerahan.

Transportasi di Hong Kong sangat teratur, cepat dan tepat waktu. Meskipun berpenduduk padat, namun kota ini terbebas dari kemacetan karena sarana trasportasi yang baik. Menjelang malam, saya meluncur menggunakan MTR ke Ocean Park. Para blogger yang yang menginap di Novotel Hong Kong Century,  Novotel Hong Kong Kowloon dan Novotel Hong Kong Citygate berkumpul di depan pintu masuk Ocean Park untuk pesta bersama.  Acara semakin seru. Halloween Party di Ocean Park menjadi hiburan yang menarik karena di Hong Kong ternyata perayaan Halloween dirayakan dengan sangat meriah. Dekorasi taman dan aneka pertunjukan bertema Halloween seolah menyambut kedatangan para blogger. Hampir semua pengunjung mengenakan kostum yang menyeramkan sehingga suasana Halloween sangat terasa.

Mengelilingi Ocean Park ternyata tidak cukup hanya satu malam. Tempat hiburan super luas ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu The Summit (Headland) dan The Waterfront (Lowland). Waterfront sepertinya diperuntukan untuk anak-anak, wahana  Amazing Asia  Animals, Koleksi Ikan, Wiskers Theatre dan Whiskers Harbour,  sebuah taman bermain yang luas bagi anak-anak. Di sisi The Summit, wahana permainan kian beragam, Roller Coaster, The Abyss yang menyerupai wahan histeria di Dunia Fantasi Ancol, Raging River, akuarium raksasa Atoll Reef,  Ferris Whell dan puluhan wahana lain yang tidak akan selesai di coba dalam waktu satu malam. Untuk mempersingkat waktu, sayapun memilih melihat Ocean Park dari atas dengan menaiki Cable Car atau kereta gantung listrik.

Waktu terasa begitu cepat, menjelang tengah malam, saya memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat, mengingat paginya saya harus kembali ke Jakarta. Masih banyak sebenarnya lokasi wisata di Hong Kong yang belum sempat dikunjungi, namun keterbatasan waktu membuat saya tidak bisa mengunjungi semua lokasi wisata di Hong Kong. Sepertinya  liburan panjang tahun depan, saya memang harus kembali ke Hong Kong untuk menuntaskan wisata yang tertunda. Budi Sutomo.

Novotel Bloggers Gathering di Hong Kong - Wisata Kuliner Hari ke Dua

0 komentar

Wisata kuliner di kota Hong Kong memang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Beragam makanan, kue dan minuman lezat dijajakan restoran di setiap sudut kota. Kehidupan malam yang hangat serta gemerlap membuai kami terasa kerasan. Tak terasa hari kedua di Hong Kong sudah terlewati. Berikut liputannya.

Event foodie blogger Asia Pasific di Novotel Hotel Hong Kong yang diselenggarakan oleh group Novotel Hotel, Hong Kong Tourism Board dan PRDA Asia - Total Social Media Solution Provider sebagai media patner memasuki hari ke dua. Seperti biasa jam 09.00 pagi, saya mengawali hari dengan sarapan pagi di Le Cafe Navotel Century Hong Kong. Beragam menu lezat dengan servis ala buffet menjadi sumber energi kami untuk mengawali petualangan wisata belanja dan kuliner. 

Sekitar jam 10.00 pagi, para blogger yang tinggal di hotel seperti Novotel Hong Kong Century,  Novotel Hong Kong Kowloon dan Novotel Hong Kong Citygate kembali berkumpul.  Memiliki agenda yang berbeda-beda. Saya sudah penasaran dengan keunikan street food yang khas di sepanjang jalan Couseway bay dan Lockhart road. Sepanjang jalan ini beragam restoran dengan  hidangan lezat menggugah selera banyak dijajakan. Berbagai jenis Dim Sum, Bebek Peking, aneka jenis mie, manisan buah dan kue-kue khas Cina seperti Kue Bulan serta Cumi Asap menjadi menu wajib untuk dicoba.


Kuliner China memiliki bumbu yang khas, mereka banyak menggunakan bawang putih, minyak wijen dan daun bawang sebagai bumbu dasar masakan. Rempah-rempah seperti jahe, jeruk nipis, lada, dan cabe kering banyak digunakan sebagai bumbu masak. Bumbu olahan seperti saus hoisin, cuka beras, taoco, bumbu ngohiong, arak Cina dan minyak cabai mendominasi rasa olahan ayam, daging dan ikan. Sayuran seperti lobak, timun, rebung, jamur dan tahu juga sering dijumpai dalam masakan Cina. Sayapun mencoba masakan di salah satu restauran di jalan Lockhart road. Ma Po Tofu yaitu olahan tahu dengan kuah daging serta bumbu merica szechuan  terasa lezat di tengah udara dingin kota Hong Kong. Kung Pao Chicken, sejenis tumis ayam dengan kacang mete, cabe kering dan potongan daun bawang menjadi penyerta Nasi Hainan yang hangat. Santap siang kamipun ditutup dengan bubur biji jali yang manis dan lembut di lidah. Menjelang sore, sebuah kedai kecil menjual Ha Kau, makanan sejenis dim sum menyerupai pastel trasparan terbuat dari tepung tang mien menggoda kami untuk mencobanya. Kulit ha kau yang gurih terasa pas dengan isi campuran udang cincang dan sayuran.

Pihak Novotel dan Hong Kong Taurism Board sepertinya memang ingin memanjakan para foodie blogger. Selepas mencoba makanan jalanan, kami diundang untuk jamuan BBQ Cocktail Party di area kolam renang Navotel Hotel Hong Kong Century. Dalam acara ini semua blogger berkumpul, diantaranya blogger Indonesia  Budi Sutomo,  Australia Blogger Minh Giang, New Zealand Blogger Deborah Zoe O’Sullivan, India Blogger Ajay Jain, Philippines Blogger Ivan Henares, Malaysia Blogger Lee Khang Yi, China Blogger Zhan Yun Yi, Singapore Blogger Lau Feng Kai, dan  Blogger Jepang  Owen Schaefer. Dan beberapa bloger lokal dari Hong Kong, yaitu  HKEpicurus, Razlan Manjaji, Jason Tse, Lo Yan dan  Fabrice Lau.  Suasana akrab dan ramah membawa kami seolah keluarga besar.  

Dalam acara ini, Antony Platford, General Manager Hotel Novotel Hong Kong Century memberikan sambutan, beliau mengatakan “ Peran para blogger saat ini sangat penting. Mereka menyajikan berita yang independen, jujur, lugas dan apa adanya. Sangat menarik sebagai alternatif rujukan berita.” Berawal dari sinilah pihak Novotel, Hongkong Tourism Board dan PRDA Asia menggelar acara kumpul blogger di Hong Kong. 

Meskipun hawa dingin dan angin kencang seolah menusuk tulang, namun acara Cocktail Party dengan menu aneka BBQ mampu menghangatkan tubuh kami. Susunan hidangan lengkap mulai dari appetizer Salad Ikan Salmon, main course  Steak Tenderloin dan dessert Chocolate Mousse yang lembut membelai lidah terasa sayang untuk disisakan. Chef handal dari Novotel sepertinya tau cara memanjakan lidah para foodie blogger yang suka tajam akan kritikan. Namun malam ini hidangan terasa sangat sempurna di lidah. Apalagi penyajian yang menarik sehingga menambah selera makan. Puas berpesta, kami digiring untuk mencoba fasilitas foot spa di Dragonfly yang lokasinya masih di dalam hotel. Penat kaki setelah berkeliling Hong Kong sirna setelah tubuh dimanjakan dengan pijatan.

Menjelang tengah malam, seorang teman dari Indonesia yang tinggal di Hong Kong mengajak saya untuk melewati malam di Victoria Peak atau The Peak. Tempat wisata di atas bukit dengan ketinggian 552 meter. Di The Peak pemandangan kota Hong Kong  yang penuh dengan gedung menjulang tinggi terlihat sangat megah. Untuk mencapai lokasi wisata ini, saya harus menaiki Peak Tram atau kereta tua dengan rute perjalanan yang menajak. Selain pemadangan kota sebagai daya tarik utama, The Peak juga dilengkapi musium patung lilin Madame Tussaud's, Ripley's Believe It or Not!, dan Hong Kong's Historical Adventure. The Peak dirancang oleh arsitek Terry Farrell.  Bangunan Menara The Peak memiliki 7 lantai dengan total luas 10,400 m². Tidak ada kegiatan lebih menyenangkan di The Peak selain duduk di cafe  menikmati secangkir kopi panas sambil melihat pemandangan kota Hong Kong  di waktu malam. Budi Sutomo.

 
  • Ilmu Memasak © 2012