Hari Blogger Nasional

0 komentar














Semangat Berbagi & Kebersamaan

Para blogger Indonesia boleh berbangga hati. Sabtu, 27 Oktober 2007, tepatnya di Blitz Megaplex-Grand Indonesia. Berlangsung Pesta Blogger 2007 yang sangat meriah dan menghasilkan tonggak baru sejarah blog di Indonesia.

Selain para suhu blogger Indonesia seperti Budi Putra, Wimar Witoelar, Priyadi, Fatih, Enda Nasution, Andrianto Gani, dll. Acara ini juga dihadiri Mentri Komunikasi dan Informatikan, bapak Muhammad Nuh. Di akhir sambutannya, menkominfo memberikan kado terindah bagi para blogger. Tanggal 27 Oktober 2007 dijadikan Hari Blogger Nasional.

Terlepas dari serunya suasana, kumpul-kumpul bareng para blogger, saling berbagi cerita, foto bareng dan tentu tukar url. Sepulang dari acara saya jadi berfikir, ternyata di tengah-tengah kehidupan masarakat kota yang semakin hedonis. Tumbuh komunitas baru dengan semangat kebersamaan dan keinginan untuk berbagi pengetahuan. Sungguh oase kecil bernama blog yang menyejukkan.

Jeng, Ini Daun Apa Sih...?

0 komentar


Selada Air

Ada cerita seru di balik postingan ini. Saya selalu tersenyum simpul jika menghingat kejadian itu...

Postingan ini terinspirasi kejadian di salah satu supermarket di daerah Jakarta Selatan. Seorang ibu sedang berbincang dengan rekannya yang sedang sama-sama belanja. Bukannya nguping namun ngga sengaja saya mendengar perbincangan mereka. "Jeng ini daun apa ya ko kayanya seger?," temanya menjawab, "Ngga tau mbakyu, aku ngga pernah masak pakai sayur itu." Karena penasaran, si ibu mendekati pelayan yang sedang jaga. Anehnya si penjaga sayuran juga tidak mengenal daun tersebut. Saya hanya tersenyum simpul, sambil berlalu meninggalkan mereka. Habis mau dikasih tau, takut dibilang "Masnya ko sok keminter, he..he...". Makanya aku kasih tau saja buat si ibu dan si mbakyu lewat blog.

Banyak sebutan untuk jenis sayuran yang satu ini, masarakat kita menyebutnya selada air atau kenci. Penduduk Thailand menyebutnya Phak kaat nam, sedangkan orang bule menyebutnya watercress. Sedangkan bahasal latin dari selada air adalah Nasturtium officinale.

Apalah arti sebuah nama, yang pasti, sayuran berwarna hijau segar mempunyai rasa yang segar dan teksturnya renyah, cocok dijadikan bahan campuran salad, asinan atau ditumis dengan seafood. Sayuran ini tidak cocok dimasak terlalu lama karena teksturnya sangat lembut dan warna menjadi kehitaman. Selada air kaya akan vitamin, mineral dan serat yang baik untuk kesehatan. Teks & Foto: Budi Sutomo

Buah Alkesa Mulai Langka

0 komentar


Alkesa

Salah satu jenis buah yang mulai susah dijumpai. Penulis menemukan buah ini di daerah Bogor dan Bandung. Alkesa (Lucumma nervosa) termasuk tanaman sawo-sawoan, tinggi batangnya bisa mencapai 10 meter dengan batang kulit yang mudah lepas.

Warna buah, jika sudah matang buah berwarna kuning. Kulitnya mudah terkelupas sehingga mudah rusak. Cita rasa buahnya mirip ubi jalar kuning, manis dan agak keset. Sayang buah yang berasal dari Amerika Selatan ini tidak dimanfaatkan maksimal. Padahal alkesah kaya akan kalori, zat tepung, vitamin dan mineral. Dilihat dari tekstur buahnya, alkesah cocok dijadikan bahan baku selai, dodol maupun dikeringkan menjadi tepung sebagai bahan cookies atau kue kering. Teks & Foto: Budi Sutomo

Mengenal Bumbu Dapur - Asam Kranji

0 komentar


Asam Kranji

Banyak e-mail yang menanyakan asam kranji, bentuk, fungsi dan kegunaannya. Mudah-mudahan, postingan berikut bisa menjawab rasa penasaran Anda.

Tidak tau kenapa, penulis selalu menemukan buah ini di daerah-daerah yang kental dengan nuansa Islami, seperti di Saudi Araba, Aceh dan terakhir saya menemukan asam kranji (Dialium indum) dijual di sekitar masjid kota lama Banten. Sedangkan di Saudi, asam kranji banyak dijajakan oleh orang kulit hitam di Mekah maupun Jeddah.

Buah asam ini banyak digunakan sebagai pengasam makanan di daerah Kalimantan. Di Jakarta, asam ini dulu sering dijajakan di sekolah-sekolah sebagai jajanan anak. Bentuk buahnya sebesar kelereng, warna kulitnya jika sudah diperam berwarna kehitaman dengan daging buah kecoklatan. Rasanya asam namun tidak seasam asam jawa.Teks & Foto: Budi Sutomo

RISOLES SEHAT ISI SAYURAN

0 komentar

Makan risoles memang selalu tidak cukup satu potong. Apalagi jika dimakan panas-panas dengan cabe rawit sebagai pelengkapnya. Namun ingat, risoles pada umumnya mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Kulitnya tepung terigu, isnya ragu dari terigu juga, belum lemaknya untuk menggoreng. Anda yang sedang diet, tentu mikir dua kali untuk ngemil kudapan ini. Nah, sekarang coba risoles sehat isi sayuran, paling tidak risoles ini lebih sehat karena isinya sebagian besar sayuran dan Anda tidak perlu lagi merasa terlalu "berdosa" untuk mencobanya.

Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo

Risoles Isi Sayuran

Kulit:

150 g tepung terigu
1 butir telur, kocok lepas
300 ml air
¼ sdt garam halus

minyak sayur untukmenggoreng
Isi:
60 g wortel, potong korek api
60 g kol, iris halus
60 g tauge
60 g daging kakap cincang
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdt gula pasir
1 sdm kecap asin
1 sdt ketumbar, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
4 butir bawang merah, haluskan
1/2 sdt lada halus
1/2 sdt garam halus
2 sdm minyak goreng
Lapisan:
2 butir telur, kocok lepas
60 g tepung panir
Cara Membuat:
1. Kulit: Campur tepung terigu, dengan air, telur dan garam, aduk rata. Saring. Panaskan wajan datar anti lengket yang telah diberi sedikit minyak. Tuang satu sendok sayur adonan kulit. Buat dadar tipis. Lakukan hingga adonan habis. sisihkan.
2. Isi: Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan ketumbar hingga harum. Masukkan daging ikancincang, aduk hingga ikan berubah warna. Masukkan wortel, kol, daun bawang serta tauge. Bumbui dengan lada, garam, kecap asin dan gula pasir. Masak sambil sesekali diaduk hingga semua bahan matang. Angkat.
3. Ambil satu lembar kulit risoles. Maukan 2 sendok makan bahan isi. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.
4. Celupkan risoles ke dalam kocokan telur dan gulingkan ke atas tepung panir hingga seluruh permukaan terselimuti tepung.
5. Panaskan minyak, goreng risoles hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan, angkat. Atur di dalam pirirng saji. Hidangkan hangat.

Untuk 15 Buah

Tip: Isi bisa diganti dengan ragout daging atau udang

Balado Teri Jengki

0 komentar


Aroma wangi teri goreng, pedasnya cabe dan sentuhan sedikit air asam jawa menjadikan lauk yang satu ini selalu habis duluan di meja makan. Bahan-bahanya murah namun rasanya sangat menggugah selera. Selamat Mencoba.
Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo

Balado Teri Jengki

Bahan:
300 g teri jengki/teri kering ukuran besar
5 buah cabe merah, tumbuk kasar
4 butir bawang merah, haluskan
2 siung bawang putih, haluskan

2 butir kemiri, haluskan
1 sdm air asam jawa
1/2 sdm gula merah atau 2 sdt gula pasir
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut, iris halus
4 sdm minyak goreng
1/4 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, goreng teri dalam minyak banyak hingga matang dan kering. Angkat, tiriskan.
2. Panaskan 4 sdm minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah, kemiri, lengkuas, daun salam dan daun jeruk nipis hingga harum. Tambahkan gula dan air asam jawa, aduk rata.
3. Masukkan teri goreng, masak sambil diaduk-aduk hingga bumbu meresap. Angkat. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan hangat sebagai lauk.
Untuk 5 Porsi

Tip: Teri Jengki bisa diganti dengan teri medan atau ikan jambal asin.

Buat Pembaca Blog Budi Boga, Ada Titipan Dari Mas Rudy Choirudin

0 komentar



Belum lama berselang saya mendapat pesan dari mas Rudy Choirudin, katanya titip salam dan pesen buat ibu-ibu pembaca blog budi boga. Jika ingin mendapat resep harian dari mas Rudy sekarang sudah bisa dilakukan dengan SMS. Caranya gampang, ketil REG spasi RUDY kirim ke 3477 pasti akan mendapatkan resep praktis, mudah, dan dikirim setiap hari. Mas Rudy janji, resep yang dikirim langsung dari Hp mas Rudy. So, kapan lagi mencoba resep dari pakar kuliner Indonesia? buruan sms....

 
  • Ilmu Memasak © 2012