Masakan Cina Praktis dan Lezat

0 komentar

Salah satu masakan favorit Cina Szechuan adalah Kuang Pao Chicken. Masakan daging ayam dengan daun bawang, kacang mete dan bumbu khas Szechuan membuat lauk yang satu ini populer hingga manca negara. Andapun bisa mengolahnya sendiri di rumah, karena mudah dibuat dan semua bahan-bahan bisa dijumpai di supermarket Indonesia. Selamat Mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.

Kuang Pao Chicken

Bahan:
500 g fillet daging ayam, potong dadu 2 x 2 cm
100 g kacang mete pangang/goreng
150 ml air
2 sdm gula pasir
1 sendok sayur minyak goreng
1 batang daun bawang, potong 2 cm
12 buah cabe merah kering, potong kasar
4 siung bawang putih, cincang kasar
2 cm jahe, iris tipis
1 sdt lada szechuan, tumbuk kasar
Bumbu Perendam:
2 sdm kecap ikan
1 sdt gula pasir
2 sdm angciu (jika suka)
1 sdm minyak wijen
2 sdt tepung maizena
Saus:
1 sdm kecap ikan
½ sdm cuka
1 sdm minyak wijen
3 sdm angciu
1 sdt  tepung kanji, larutkan dengan sedikit air
1 sdm kecap ikan
Cara Membuat:
1.Bumbui potongan filet ayam dengan bumbu perendam, aduk rata. Diamkan selama 20 menit agar bumbu meresap.
2.Panaskan minyak dalam wajan,  masukkan potongan ayam, masak hingga ayam berubah warna dan matang. Angkat potongan daging ayam.
3.Tuang dua senok makan minyak dalam sisa bumbu bekas menggoreng ayam dalam wajan. Masukkan bawang putih,  tambahkan semua bahan saus, cabe kering, lada, jahe, ayam,  dan potongan daun bawang. Aduk rata.
4. Masukkan gula dalam wajan, masak hingga gula menjadi karamel. Tuang air, masak hinga mendidih dan tekstur larutan gula agak kental. Masukkan ayam dan kacang mete. Masak sebentar hingga bumbu benar-benar meresap. Angkat.
5. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan Panas.
Untuk 4 Porsi

Video Masak Bersama Chef Budi - Bolu Yoghurt

0 komentar

Membuat snack sendiri tentu lebih sehat dan murah karena kebersihan bahan dan alat masak terjaga. Jika Anda punya waktu senggang, cobalah membuat bolu yoghurt, kudapan yang lezat, sehat dan mudah dibuat. Saksikan video masak dari program acara House & Living -Tea Time di DAAI tv berikut ini. Selamat Mencoba.

Mengenal Sayura Kohlrabi Lebih Dekat

0 komentar


Kohlrabi (Brassica oleracea) adalah tanaman dari keluarga kubis. Nama  kohlrabi berasal dari bahasa Jerman yaitu Kohl yang berarti  "kubis" dan Rube/Rabi yang berarti "lobak". Cita rasa kohlrabi sangat mirip dengan batang kol atau batang brokoli, cocok dijadikan bahan campuran tumisan sayuran maupun salad.

Sayuran ini banyak varietas, namun di pasaran biasanya dijual kohlrabi yang berwarna hijau dan keunguan. Selain populer di dapur Eropa, kohlrabi juga banyak di konsumsi masyarakat Asia, terutama Cina, India dan Timur Tengah. Koolrabi muda dapat dimakan mentah atau campuran salad. Sedangkan umbi yang sudah tua bisa diolah sebagai campuran isi sup, diisi daging menjadi masakan panggang, ditumis, campuran mashed potatoes, atau dimasak dengan sedikit mentega sebagai pelengkap main course. 

Seperti halnya sayuran yang lain kohlrabi kaya akan vitamin, mineral dan serat yang baik untuk kesehatan. Namun sayuran ini kurang cocok untuk bayi dan penderita penyakit mag karena mengandung gas. Di pasaran kohlrabi dijual di swalayan terkemuka. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Mengenal Fennel alias Adas

0 komentar


Fennel (Foeniculum vulgare) adalah tanaman perdu yang bisa mencapai tinggi 1-2 meter.  Fennel merupakan tanaman dataran tinggi, fennel juga dikenal dengan sebutan tanaman adas. Tanaman ini akan menghasilkan biji, biji fennel ini dikenal dengan nama adas.

Tanaman fennel memang serba guna, bijinya dimanfaatkan sebagai bumbu masak, taburan roti, campuran saus maupun bahan baku obat. Sedankan daunya sering menjadi taburan masakan seafood, unggas, daging atau saus pelengkap hidangan. Sedangkan umbinya banyak dimanfaatkan sebagai sayuran, terutama sebagai campuran salad, sup, tumisan maupun bahan campuran masakan panggang.  

Cita rasa adas beraroma wangi dan ada rasa sedikit agak pedas.  Seperti rasa batang seledri yang besar. Di Indonesia, fennel bisa di beli di swalayan terkemuka. Teks dan foto: Budi Sutomo.

Okra - Sayuran Berbulu yang Lezat

0 komentar


Okra (Hibiscus esculentus)  adalah sayuran buah tanaman sejenis kapas atau bunga sepatu. Sayuran ini banyak di pakai dalam masakan Timur Tengah, negara Mediterania dan India. Biasanya diolah sebagai kari sayuran, ditumis maupun diolah sebagai isi sup.

Cita rasa okra pun mirip oyong atau terung, teksturnya liat dan berlendir. Warnanya hijau, namu saat ini juga ada okra berwarna merah. Okra sangat cocok dimasak sebagai sayuran berkuah santan kenal atau kaldu.  Sebelum diolah, potong-potong dan cuci okra dengan air garam, dengan cara ini bulu halus dalam okra berkurang dan  lendirnya berkurang.  Okra banyak dijual di supermarket besar dengan harga yang cukup murah karena okra sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. 

Dari sisi nutrisi, okra tinggi kandungan serat dan vitamin. Sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Serat di dalam okra dapat mengikat zat karsinogen penyebab kanker di dalam saluran pencernaan. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Mengenal Kandungan Gizi Kolang-Kaling

0 komentar


Kolang-Kaling  (Arenga pinnata) sering disebut sebagai Buah Atap, kolang-kaling adalah biji buah dari Pohon Aren. Setelah diproses dan dimasak, akan dihasilkan biji kolang-kaling berwarna putih, kenyal dan segar. Cocok sebagai bahan baku minuam, es atau campuran isi kolak.

Ditilik dari sisi nutrisi, kolang kaling kaya akan serat dan mineral. Setiap 100 g kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 6 g, serat 1,6 g, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg. Tingginya kandungan mineral seperti kalsium, besi dan fosfor akan menjaga tubuh tetap bugar dan sehat selama berpuasa.

Perlu dicermati dalam memilih kolang-kaling adalah, pilih yang masih segar, biasanya ditandai buah tidak berlendir, rasa netral dan aroma tidak asam. Buah kolang-kaling segar lebih disarankan dibandingkan dengan manisan kolang-kaling yang sudah ditambahkan gula dan pewarna. Mengingat bahaya bahan pewarna makanan yang disinyalir menjadi karsinogen penyebab kanker, karenannya pilih kolang-kaling yang berwarna putih alami. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Seminar Kreatif - Work For Food Photography

0 komentar




Trend food photography dan food stylist terus berkembang. Agar tidak tertinggal info terkini tentang dua ilmu tersebut, belajar dari  ahlinya tentu sangat penting.  Salah satunya dengan mengikuti seminar tentang “Work For Tasty Food Photography”  yang berlangsung pada tanggal 30 April 2011.

Sudah lama saya menunggu acara dengan tema food stylist dan photo makanan. Kapan lagi bisa update ilmu food photography dan food stylist terkini langsung dari para ahlinya. Banyak ilmu yang bisa diserap dalam acara yang berlangsung sekitar 8 jam di gedung Galeri Nasional Indonesia Jakarta ini. Roy Genggam, sebagai fotografer senior, mengulas tuntas tentang cara mengatur lighting dan pemakaian peralatan fotografi untuk foto masakan. Tenik dasar yang simpel dalam memotret masakan beserta problematikanya juga di bahas dengan gamblang. Acarapun semakin seru ketika peserta di bagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti  food photo contest. Dengan antusias, peserta membidik materi makanan dengan tema ice cream, piknik dan rempah. Tentu semangat karena kamera Nikon DSLR boleh dibawa pulang untuk juara pertama. 

Tidak kalah menarik adalah presentasi dari Puji Purnama, food stylist senior yang sangat ahli dalam bidangnya. Seperti seorang murid ketemu suhunya. Beragam ilmu kuliner terutama seputar food stylist yangselama ini menjadi pertanyan terpendam, saya tanyakan. Seperti cara membuat dami ice cream yang menggugah selera, hingga teknik memotret minuman dingin yang bisa membuat mulut “ngeces” saat melihatnnya. Beruntung saya bertemu  orang yang tepat, karena saya bisa bertanya langsung dengan ahlinya. Mas Puji dengan panjang lebar membeberkan ilmu yang dimiliki dengan senang hati.  Sepertinya tidak sia-sia, karena meluangkan satu hari untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Ryukari Photography dan majalah Biskom ini mampu memenuhi dahaga ilmu food photography dan food stylist  yang sedang saya geluti. Sayang acara tersebut tidak disertai bazar perlengkapan food photography, sehingga keinginan saya untuk belanja ice batu akrilik atau es batu kristal untuk memotret buku minuman yang akan saya tulis menjadi tertunda. Budi Sutomo.    

 
  • Ilmu Memasak © 2012