Nutrisi Tepat Untuk Kecerdasan Anak

0 komentar

Usia balita adalah masa pertumbuhan pesat, termasuk otak, organ penting sebagai pusat kontrol, berpikir, emosi dan tingkah laku. Keberhasilan proses pertumbuhan otak dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang semasa bayi dalam kandungan, masa bayi dan balita. Karenanya, penerapan pola makan yang baik sudah harus dimulai sejak dini.

Kecerdasan dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu genetik, lingkungan dan gizi. Kekurangan zat gizi tertentu bisa menyebabkan perkembangan otak terhambat dan bisa menyebabkan menurunya kecerdasan anak. Faktor gizi menjadi penting karena sifatnya irreversible, jadi jika kekurangan pada masa tertentu tidak dapat pulih. Kareananya sebagai orang tua, memilih makanan terbaik dengan kandungan nutrisi seimbang dan porsi yang tepat harus dikuasai.

Tumbuh Kembang Balita


Pertumbuhan otak atau masa cepat tumbuh otak terjadi ketika bayi masih dalam kandungan hingga hingga bayi berusia 18 bulan. Karenanya ibu hamil juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang dimakan.

Perkembangan otak berlanjut di masa balita, merupakan suatu periode penting bagi proses tumbuh kembang. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan di usia balita menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya.

Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal sangat dipengaruhi oleh asupan zat gizi makanan yang dikonsumsi. Begitu juga dengan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan anak.

Masa Pertumbuhan Emas Otak Anak


Otak janin mengalami periode pertumbuhan cepat (brain growth spurt) pertama kali pada saat kehamilan trimester ketiga. Pada trimester ketiga ini, sel neuron (sel-sel otak) pada otak besar membelah dan membagi dengan cepat.

Berbagai nutrisi berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan otak janin yang telah dimulai pada awal kehamilan. Kebutuhan zat gizi yang penting ditingkatkan selama kehamilan adalah karbohidrat (energi), protein, kalsium (Ca), fosfor (P), zat besi (Fe), magnesium (Mg), Seng (Zn), Iodium (I), Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam folat), Vitamin C, dan Vitamin D.

Pada trimester ketiga usia kehamilan, sangat penting mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat gizi, seperti vitamin B6, seng, kalsium, zat besi, protein dan B9 (asam folat).

Masa pertumbuhan emas otak (brain growth spurt) tahapan kedua terjadi saat bayi baru lahir sampai usia 30 bulan. Usia bayi 0-6 bulan sangat disarankan untuk diberikan ASI eksklusif. ASI mengandung nutrisi yang cukup hingga bayi berusia 6 bulan. Menginjak usia 6 -30 bulan bayi mulai diberi makanan sesuai kebutuhan tubuhnya.

Kebutuhan Nutrisi Otak


Pada awal kehamilan atau 17 hari setelah hamil, otak mulai terbentuk. Asupan zat gizi adalah faktor utama yang berperan meningkatkan kecerdasan otak secara optimal. Otak dibentuk oleh lemak, sedangkan sel saraf dibentuk oleh protein. Beberapa nutrisi sangat berperan penting dalam menentukan tingkat kecerdasan anak.

Protein. Protein berfungsi untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak serta perlindungan terhadap infeksi. Sedangkan asam amino berperan sebagai neurotransmitter atau bahan zat pengantar ransang saraf, dan mempengaruhi perilaku, seperti emosi, kontrol diri dan konsentrasi.
Asam amino esensial adalah jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh namun tubuh justru tidak dapat memproduksi sendiri dan diperoleh dari asupan makanan, contohnya antara lain adalah cystine dan lysine.

Lemak. Secara kimia, otak yang banyak mengandung lapisan membrane lemak. Agar otak dapat berfungsi dengan baik diperlukan asam lemak omega 3 dan omega 6. Penelitian dari Bagian Gizi Masarakat Universita Indonesia juga memberikan kesimpulan bahwa asam lemak omega 3 dan omega 6 yang terapat di dalam ASI, minyak ikan, dan ikan mempunyai perannan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Omega 3. Asam alfa linoleat termasuk dalam kelompok asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (Long Chain Polyunsaturated Fatty Acid = LCPUFA) . LCPUFA merupakan pembuat utama sistem saraf. Kekurangan (defisiensi) Omega 3 akan menyebabkan adanya gangguan pada sistem penglihatan, daya ingat, gangguan perilaku dan kekebalan tubuh. Omega 3 terdapat pada brokoli, bayam, daun selada, unggas, dan beberapa jenis ikan, seperti tuna, salmon, sardin, mackerel, dan herring.

Omega 6. Merupakan LCPUFA. Omega 6 diubah menjadi asam arakhidonat (AA). AA berfungsi sebagai pengantar rangsang antarsel saraf dan membantu perkembangan otak. Omega 6 dapat ditemui pada minyak kedelai.

Karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber zat tenaga atau energi. Energi sangat dibutuhkan otak sebagai sumber energi sel-sel otak dan pembentukan kabel saraf otak untuk proses berpikir. Karbohidrat juga berperan untuk menangkap dan menyimpan data dalam memori otak. Sumber karbohidrat mudah ditemui di bahan makanan pokok, seperti nasi, roti, gandum, dan biskuit.

Vitamin. Vitamin berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita serta pembentukan dan pengembangan fungsi sel-sel otak, seperti peran Vitamin A dalam membantu pembentukan dan pertumbuhan sel saraf. Vitamin A banyak terdapat pada wortel, hati sapi, hati ayam, jeruk, dan bayam.

Begitu juga dengan Vitamin B6 yang berperan dalam membantu proses metabolisme asam amino (protein) yang merupakan salah satu komponen pembentuk otak. Proses pembentukan neurotransmitter juga dibantu oleh vitamin ini.

Vitamin B9 atau yang lebih dikenal dengan asam folat juga sangat berperan mencegah kelainan seperti otak tidak berkembang (anensefali). Beberapa bahan makanan yang mengandung asam folat adalah hati sapi, bayam, brokoli, pisang, susu, gandum, kuning telur ayam, jus jeruk dan kacang almond. Vitamin lainnya yaitu vitamin c juga berperan sebagai pembentuk neurotransmitter.

Mineral. Mineral adalah unsur pelengkap yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah sodium, potasium, kalsium, besi, seng, yodium dan klorida. Sebut saja sodium, potasium dan kalsium berperan dalam proses neurotransmitter antara satu sel dengan sel saraf lain, termasuk sel otak.


Mineral lain, yaitu zat besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan myelin (selaput lemak pelindung akson). Zat besi juga berguna untuk kecepatan penghantar saraf, pemrosesan informasi dan kecerdasan. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Pelatihan Wirausaha Boga - Pembuatan Kue Non Beras & Non Terigu

0 komentar

Pelatihan wirausaha boga bertema Pembuatan Kue Dari Bahan Non Beras & Non Terigu diselenggarakan oleh Gereja Arnoldus Bekasi. Pelatihan ini diperuntukan bagi siapa saja yang ingin belajar berwirausaha boga khususnya bahan pangan non beras dan non terigu yang kecenderunganya semakin naik harganya karena sebagian besar produk impor.
Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan bekal pengetahuan kepada para peserta agar termotivasi untuk berwirausaha boga khususnya dari bahan non beras dan non terigu. Dengan berwirausaha diharapkan ekonomi keluarga meningkat dan membantu kesejahteraan masarakat.
Turut berbangga hati karena bisa menjadi bagian dari acara ini. Semoga sedikit ilmu yang saya sampaikan pada acara ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi amal jariyah. Amin.

Buah Lokal Paling Tinggi Vitamin C

0 komentar

Buah adalah sumber vitamin, mineral dan serat yang sangat baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Lantas buah apa saja yang paling kaya vitamin C nya? Ternyata buah tropis seperti seperti duwet dan jambu biji putih mengandung vitamin C jauh lebih tinggi dibandingkan apel atau jeruk.

Salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah mencukupi kebutuhan gizinya secara seimbang. Selain protein sebagai zat pembangun, karbohidrat sebagai sumber tenaga, tubuh juga memerlukan vitamin, mineral dan air sebagai zat pengatur dan pemelihara kesehatan tubuh.

Sumber utama vitamain dan mineral ada di dalam buah-buahan dan sayuran. Di dalam buah-buahan mengandung vitamin, terutama vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu enzim melakukan tugas sesuai fungsinya. Fungi lain adalah membantu pembentukan jaringan kolagen, membantu metabolisme protein, mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi, membantu tubuh menyerap zat besi dan mencegah kanker.


Kebutuhan vitamin C tubuh adalah 60 mg/hari. Dalam kondisi tertentu seperti mengalami luka bakar, infeksi, perokok, pengguna obat terus menerus serta keracunan logam berat memerlukan asupan vitamin C sekitar 100 mg/hari. Tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi karena kebutuhan tubuh hanya 60 mg/hari. Konsumsi vitamin C yang berlebihan akan memperberat kerja ginjal dan hati. Makan buah dalam keadaan segar atau diolah menjadi minuman seperti jus. Pemanasan buah akan merusaka dan mengurangi kualitas vitamin karena vitamain C larut dalam air dan cepat rusak dalam suhu tinggi.


Buah juga kaya akan mineral seperti kalsium, zat besi dan fosfor, kalsium. Secara umum fungsi meineral adalah menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Di dalam buah juga kaya akan serat. Serat buah memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga makan buah dapat mencegah kegemukan. Di dalam salauran pencernaan, serat akan mengikat zat karsinogen penyebab kanker. Selain itu serat juga memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit.


Buah Lokal Lebih Kaya Vitamin C
Di tilik dari sisi nutrisinya, buah lokal seperti mangga, jambu biji, jambu monyet dan duwet ternyata mengandung vitamin C tiga kali lipat jumlahnya dibandingkan Apel atau jeruk manis impor yang harganya jauh lebih mahal. Berikut 5 jenis buah lokal dengan kandungan vitamin C tertinggi.


Jambu Monyet (Anacardium occidentale)
Sepertinya jambu monyet bisa dibilang sebagai ratunya vitamin C. Setiap 100 g jambu monyet mengandung vitamin C sebanyak 197 mg. Bandingkan dengan apel yang hanya mengandung 5 mg atau jeruk manis yang cuma 49 mg/100 g-nya. Komposisi nutrisi penting lain dari jambu monyet adalah protein 0,7 g, energi 48 kkal, kalsium 4 mg, lemak 0,2 g, fosfor 13 mg dan zat besi 0,5 mg. Kekurangan dari jambu monyet adalah susah di dapat dan rasanya yang sedikit sepat. Cocok dibuat manisan atau diolah menjadi jus agar rasanya lebih nikmat.

Duwet (Syzgium cumini)
Urutan kedua ratu vitamin C buah tropis dimiliki oleh buah duwet. Setiap 100 g buah duwet mengandung 130 mg vitamin C. Sedangkan nutrisi lainnya adalah protein 2,5 g, energi 134 kkal, lemak 3 g, karbohidrat 28 g, kalsium 7,4 mg, zat besi 1.3 mg dan fosfor138 mg.

Duwet sering disebut juga buah jamblang. Buah ini mempunyai banyak varietas, dari yang kecil hingga ukuran lumayan besar. Warnanya pun beragam, ada yang keputihan, ada yang kehitaman hingga ungu. Menurut penelitian biji buah ini mengandung glukosida phytomelin. Zat ini dapat mengurangi kerapuhan pembuluh darah kapiler penyebab luka diabetes yang lama sembuhnya.

Jambu Biji Putih (Psidium guajava Linn)
Buah lokal lain yang sangat tinggi vitamin C nya adalah jambu biji daging putih. Di setiap 100 g jambu biji putih mengandung vitamin C 116 mg. Nutrisi lainnya adalah energi 61 kkal, protein 0,9 g, karbohidrat 15.4 g, lemak 0,3 g, kalsium 31 mg, fosfor 41 mg dan zat besi 0.2 mg.

Manfaat jambu biji ini antara lain untuk membantu mengontrol diabetes, maag, diare (sakit perut), masuk angin, menurunkan kadar kolesterol, sebagai antioksidan mencegah kanker, ambien dan sariawan. Potasium, zat besi dan seng yang tinggi menjadikan jambu biji sangat baik dikonsumsi oleh penderita demam berdarah.

Gandaria (Bouea macrophyla)
Buah gandaria memiliki warna hijau dan kulit buah berangsur kekuningan atau jingga ketika buah beranjak matang. Bentuknya oval sebesar bola bekel. Bijinya berwarna ungu muda. Cita rasanya asam segar. Umumnya buah ini digunakan sebagai bahan campuran sambal, asinan atau manisan.


Dibalik rasanya yang asam, buah yang banyak dijumpai di daerah Bogor ini kaya akan vitamin C. Di dalam 100 g buah gandaria masak mengandung vitamin C 111 mg, protein 0,7 g, lemak 0,6 g, karbohidrat 18 g, energi 68 kkal, kalsium 8,5 mg, fosfor 20 mg dan zat besi 1 mg.

Mangga Manalagi (Mangifera indica Linn.)
Buah mangga sangat kaya akan zat gizi, setiap 100 g mengandung vitamin C 61 mg, energi 113 kkal, protein 1 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 14,6 g, kalsium 20 mg, fosfor 23 mg, dan besi 1 mg. Mangga merupakan sumber beta-karoten, kalium dan vitamin C yang baik. Zat terkandung di dalam mangga mampu memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas.

Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C dalam manga berfungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gusi dan gigi, membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Banyak mengkonsumsi mangga juga mampu mengembalikan energi secara cepat, menurunkan panas, sebagai desinfektan serta mencegah gangguan pencernaan seperti konstipasi. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Soto Nusantara - Soto Bandung

0 komentar

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki masakan khas. Seperti Soto Bandung. Soto dari daerah ini memiliki kehasan, karena ditambahkan irisan lobak sehingga kuahnya lebih segar dan lezat. Resep/Food Stylist/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Bahan:
1 kg daging sandung lamur, potong-potong
3000 ml air
3 sdm minyak goreng
200 g lobak, kupas, iris tipis
Bumbu:
10 butir bawang merah, haluskan
5 siung bawang putih, haluskan
1 sdt merica bubuk
3 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 cm jahe, memarkan
3 sdt garam
Pelengkap:
100 g kedelai putih goreng
2 sdm sledri cincang
2 sdm daun bawang iris
2 sdm bawang goreng
Kecap manis
Cuka
Sambal cabai rawit
Cara membuat:
1. Rebus daging bersama daun salam, serai, lengkuas, jahe dan garam. Masak hingga daging empuk.
2. Didihkan kaldu sebanyak 2500 ml (jika kurang tambahkan air), masukkan daging kedalam kaldu, masak kembali di atas api kecil.
3. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih, hingga harum. Masukkan lobak, aduk hingga lobak matang, angkat. Masukkan lobak dan lada ke dalam rebusan daging. Biarkan mendidih, angkat.
4. Tuang soto ke dalam mangkuk saji, taburi kedelai goreng, seledri, daun bawang dan bawang merah goreng.
5. Hidangkan dengan sambal cabai rawit, kecap manis dan cuka.
Untuk 8 Porsi

Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita

0 komentar

Judul: Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita
Penulis: Budi Sutomo, S,Pd & Dr. Dwi Yanti Anggraini
Penerbit: Demodia
Harga: Rp.79.000
Informasi & Pemesanan: 021-78883030 ext: 213, 214, 216

Resensi:
Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan baik adalah harapan setiap orangtua. Di usia balita, proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara pesat dan tidak akan pernah terulang. Keberhasilan proses pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang semasa balita.

Penerapan pola makan yang baik sudah harus dimulai sejak dini. Tentunya bukan hal mudah menerapkan pola makan yang baik bagi buah hati. Berbagai kendala, seperti anak sulit makan, alergi makanan hingga ganguan kesehatan seperti anak sakit dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pola makan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menggangu pertumbuah balita secara optimal.

Pengenalan gizi seimbang harus diketahui orangtua guna mengoptimalkan proses pertumbuhan anak. Tentu dengan harapan sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Buku ini mengulas berbagai informasi penting meliputi pengertian tumbuh kembang anak, cakupan luas zat gizi seimbang, kebutuhan gizi yang dianjurkan untuk balita dan batita, penyakit yang sering diderita anak akibat gangguan gizi, mengatasi anak susah makan dan minum susu, mengatasi alergi makanan pada balita dan batita, kebutuhan gizi balita dari tahun ke tahun, dan cara memilih bahan dan menyusun menu balita yang baik. Buku ini juga dilengkapi lebih dari 100 resep menu batita dan balita yang sehat dan bergizi, baik makanan utama, lauk hewani dan nabati, sayuran, sup, makanan bekal, snack dan minuman. Semua resep dipilih yang mudah dibuat dan bahan mudah didapat. Bahan pangan yang digunakan semuanya serba alami sehingga aman dan sehat untuk anak-anak.

Dengan berbekal buku ini, diharapkan para orangtua mendapatkan pencerahan tentang cara membesarkan sang buah hati dari sisi nutrisi yang tepat dengan pola menu seimbang. Layak dimiliki bagi orang tua yang mendambakan buah hati tumbuh dan berkembang secara optimal.

Demo Masak Menu Sarapan & Makanan Bekal Sekolah Bersama Keju Cheesy dan Sahrul Gunawan

0 komentar

Menyiapkan menu sarapan dan makanan bekal untuk anak diperlukan kecermatan para bunda. Selain rasa yang lezat, dan penampilan yang menarik, kandungana nutrisi juga harus diperhatikan agar anak mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Belum lama berselang, Keju Cheesy bersama Majalah Noor dan Sekolah Al Azhar menggelar acara demo masak dengan tema Menu Sehat untuk Sarapan dan Bekal Sekolah.
Acara yang dipandu oleh MC Sahrul Gunawan ini berlangsung meriah.Semua Resep yang didemokan dirancang khusus agar semua nutrisi penting bagi anak terpenuhi. Seperti protein, karbohidrat, energi, vitamin, mineral, lemak, dan serat. Tambahan keju Cheesy di setiap resepnya menjadikan menu yang didepokan padat gizi karena keju merupakan sumber protein dan mineral seperti kalsium yang baik untuk anak.

Menu Favorit Keluarga Praktis, Lezat dan Sehat

0 komentar


Bagi para ibu bekerja, menyiapkan menu keluarga diperlukan kiat khusus untuk mensiasati keterbatasan waktu. Diperlukan menu yang praktis dan tentu disukai keluarga agar makanan yang disajikan disukai seluruh anggota keluarga.

Buku ini bisa menjadi panduan para ibu dalam menyusun menu keluarga yang praktis, sehat dan lezat. Di dalamnya memuat aneka resep olahan ayam, daging, telur, seafood, ikan, sayuran dan olahan pelengkap seperti tahu dan tempe.

Susunan resep dibuat dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami, pemilihan bahannya sederhana dan tentu saja proses pembuatan yang praktis, cocok untuk ibu pekerja. Setiap resep disertai tip anti gaglal dan telah lolos dapur uji sehingga terjamin keakuratannya.

Bentuk buku dibuat khusus dengan jilid kawat roll sehingga dapat digantung pada dinding dapur. Kertas dibuat tebal dan khusus agar tidak mudah rusak terkena minyak atau air.

Judul: Menu Keluarga Favorit & Lezat
Penyusun: Budi Sutomo
Harga: Rp. 35.000
Informasi & Pemesanan: 021-8712219 / 021- 8729059/021 4204402
E-Mail: swara@cbn.net.id

 
  • Ilmu Memasak © 2012