Masakan Berkuah - Sayur Asam (Asem)

0 komentar

Citarasa asam segar sangat khas di dalam masakan berkuah ini. Campuran aneka ragam sayuran membuat masakan ini termasuk hidangan yang sehat. Jika Anda ingin sedikit berkreasi, tambahkan potongan tetelan daging agar sayur asam lebih bergizi. Selamat Mencoba.  Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Sayur Asam

Bahan:
1500 ml air
400 g tulang sapi
60 g kacang panjang, potong-potong
100 g jagung manis muda, potong-potong
50 g kacang tanah
50 g daun melinjo (daun so)
60 g nangka muda, potong-potong
100 g labu siam, potong-potong
Bumbu:
5 butir bawang merah, haluskan
4 siung bawang putih, haluskan
3 cm lengkuas, memarkan
2 buah asam jawa segar (potong-potong)/2 sdm air asam jawa
3 buah cabe merah keriting, haluskan
1 lembar daun salam
3 butir kemiri, haluskan
1 sdt irisan gula merah
1 sdt bubuk kaldu instan rasa sapi, jika suka
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Didihkan air, masukkan potongan tulang sapi. Masak dengan api kecil selama 30 menit. Angkat tulang sapi dan sisihkan kaldunya.
2. Rebus 1500 ml kaldu sapi dengan semua bumbu-bumbu. Masak hingga mendidih. Tambahkan jagung, kacang tanah, melinjo, daun melinjo, kacang panjang, labu siam, nangka muda dan garam. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
3. Tuang sayur ke dalam mangkuk saji. Hidangkan hangat.
Untuk 7 Porsi

Tip: Jika Anda menyukai aroma terasi, tambahkan ½ sdt terasi di dalam kuah sayur asam. Aroma terasi membuat kuah sayur asam lebih harum dan sedap. Air bisa menggantikan kaldu daging.

Megenal Nutrisi Gula Lebih Dekat

0 komentar


Hampir semua orang menyukai rasa manis yang berasal dari gula. Namun Anda harus waspada, mengonsumsi gula berlebihan bisa menjadi awal timbulnya beragam penyakit. Lantas berapa ambang batas aman konsumsi gula yang dianjurkan?

Dalam kehidupan sehari-hari, gula sepertinya tidak bisa dipisahkan dalam hidup kita. Beragam makanan, kue dan minuman menggunakan gula sebagai pemberi rasa manis. Gula juga memperbaiki tekstur makanan dan minuman menjadi lebih kental,  aroma lebih lezat dan memperbaiki warna menjadi kuning kecoklatan.
Kebanyakan orang mengartikan gula sebagai pasir, padahal sebenarnya pengertian gula adalah semua jenis pemanis yang mengandung kalori. Seperti gula merah, syrup mapel, gula batu, gula semut atau gula bit. Gula pasir yang paling populer merupakan sukrosa yang termasuk dalam kategori jenis gula disakarida. Secara kimiawi, gula disakarida ini tersusun atas dua unit monosakarida, yaitu glukosa dan fruktosa. Selain sukrosa,  jenis lain dari gula disakarida adalah laktosa dan galaktosa. Laktosa sering disebut sebagai gula susu, secara kimiawi, laktosa ini tersusun dari galaktosa dan glukosa. Sedangkan maltosa kompisisinya terdiri atas dua molekul glukosa.

Mengenal Beragam Sumber Gula

Tubuh mendapatkan asupan gula dari beragam sumber, seperti dari makanan buah dan sayuran yang mengandung glukosa, fruktosa dan sukrosa. Konsumsi susu juga merupakan asupan laktosa secara tidak langsung. Sedangkan jika kita mengkonsumsi popong-polongan, tubuh kita juga mendapatkan gula maltosa. Berikut beberapa jenis gula yang beredar di pasaran.

Gula Pasir
Gula pasir terbuat dari cairan sari tebu. Setelah dikristalkan, sari tebu ini akan terkristalisasi dan berubah menjadi butiran gula berwarna putih bersih atau putih agak kecokelatan (raw sugar). Digunakan dalam proses pembuatan kue dan minuman.   

Gula Pasir Kasar (Crystalizzed Sugar)

Gula pasir jenis ini memiliki butiran yang lebih besar dan kasar dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya. Selain berwarna putih, gula pasir kasar juga dijual dalam aneka warna. Biasanya digunakan sebagai taburan bahan kue karena jenis gula ini tidak meleleh saat dioven.

Gula Kastor ( Caster Sugar)

Tekstur gula kastor lebih lembut jika dibandingkan dengan gula pasir. Gula kastor biasanya digunakan untuk membuat cake yang bertekstur lembut atau campuran adonan kue kering. Jika susah ditemukan, bisa dibuat dengan cara menghaluskan gula pasir dengan grinder kemudian di ayak. Hasil ayakan inilah yang dapat menggantikan fungsi gula kastor.

Gula Balok (Gula Dadu)
Gula balok terbuat dari sari tebu. Bentuknya menyerupai balok dadu dengan warna putih bersih. Gula balok biasanya digunakan sebagai campuran minuman kopi atau teh.
Gula Bubuk ( Icing Sugar/Confection sugar)
Terbuat dari gula pasir yang digiling hingga halus sehingga tebentuk tepung gula. Gula bubuk sering ditambah dengan tepung maizena agar tepung gula tidak mudah bergumpal. Gula bubuk atau sering juga disebut dengan gula halus cocok digunakan sebagai campuran kue kering, bolu, cake atau sebagai taburan kue. Gula bubuk bisa dicampur dengan putih telur dan air jeruk lemon sebagai bahan icing sugar atau hiasan kue.
Gula Jawa (Gula Merah)
Gula jawa biasanya terbuatd ari air sadapan bunga pohon kelapa atau air nira kelapa. Warnanya cokelat dan bentulnya biasanya berupa bongkahan berbentuk silinder. Sering digunakan dalam pembuatan kue maupun minuman tradisional.
Gula Aren
Bentuk, tekstur, warna dan rasanya mirip dengan gula merah. Yang membedakan adalah bahan bakunya, gula aren terbuat dari air nira yang disadap dari pohon aren, tanaman dari keluarga palem.
Brown Sugar
Terbuat dari tetes tebu, namun dalam proses pembuatanya dicampur dengan molase sehingga dihasilkan butiran gula berwarna kecoklatan. Trekstur brown sugar lebih halus dan moist dibandingkan dengan gula pasir. Biasanya digunakan sebagai campuran membuat kue kering, bolu dan cake.
Gula Batu
Bentuk gula batu berupa bongkahan gula menyerupai batu berwarna putih bersih. Gula jenis ini umumnya digunakan sebagai campuran minuman teh atau kopi. Tingkat kemanisan gula batu setengah dari gula pasir karenanya jika menggunakan gula batu, kunakan 2 kali lipat dari takaran gula pasir untuk mendapatkan kemanisan setara gula pasir.
 
Berapa Ambang Batas Konsumsi Gula?

Ditinjau dari sisi ilmu gizi, gula merupakan sumber energi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Penelitian dari Massachus Institut of Tecnology menyatakan bahwa glukosa merupakan energi yang paling sederhana yang digunakan oleh tubuh. Glukosa juga makanan yang bagus untuk kerja otak dan organ vital lain seperti ginjal dan sel darah merah.

Meskipun sumber energi esensial, bukan berarti kita boleh dengan bebas mengonsumsi gula. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang Indonesua, kebutuhan energi orang dewasa diperlukan sekitar 2300 kalori per hari. Dari jumlah 2300 kalori ini para ahli gizi menyarankan sekitar 60 persennya berasal dari karbohidrat yang salah satu sumbernya adalah gula.

Dalam ambang batas yang wajar, konsumsi gula tidak membahayakan bagi tubuh.  Bahkan gula disinyalir memberi dampak menenangkan jiwa dan merangsang rasa kantuk. Hal ini disebabkan karena gula dapat meningkatkan zat penenang dalam otak yang disebut dengan serotonin.

Namun perlu diingat, bahwa gula terkait dengan konsumsi energi. Jika tidak digunakan untuk beraktifitas, konsumsi energi yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk lemak oleh tubuh. Jangka panjangnya tubuh akan mengalami obesitas yang merupakan awal timbulnya beragam penyakit.  Asupan gula yang tinggi akan meningkatkan asupan energi, kondisi ini dapat mepengaruhi keadaan kesehatan bagi ornag yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, batu empedu, kerusakan gigi maupun glukose intolerance. Penulis: Budi Sutomo. Foto: Budi Sutomo & Internet.

Tabel Komposisi Zat Gizi Gula Merah dan Gula Pasir ( Per 100 g Berat Bahan)

Zat Gizi            Gula Pasir    Gula Merah
Energi (kkal)    364               386
Protein (g)         0                  3,0
Lemak (g)         0                  10
Karbohidrat (g) 94,0             76,0
Kalsium (mg)    5                  76
Fosfor (mg)       1                  37
Besi (mg)         0,1                2,6

Sumber: Direktirat Gizi, Depkes RI (1992)

Cara Bijak Memilih Lemak

0 komentar

Bagi sebagian orang, mendengar kata lemak bisa membuat paranoid. Image lemak memang identik dengan obesitas, serangan jantung koroner dan stroke. Padahal lemak juga diperlukan tubuh sebagai sumber kalori, melindungi organ tubuh dan pelarut vitamin. Lanta sseperti apa cara bijak mengonsumsi lemak?

Mengonsumsi lemak berlebihan memang membahayakan tubuh, tingginya konsumsi lemak, terutama golongan lemak jenuh akan meningkatkan kadar trigliserida atau kolesterol darah yang bisa menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, penyakit strok, serangan jantung koroner, hipertensi dan obesitas bisa menyerang tubuh. Namun perlu diingat, lemak juga berperan penting bagi kesehatan tubuh. Seperti menyediakan energi yang relatif lebih besar dibandingkan karbohidrat dan protein, selain itu, lemak juga berfungsi sebagai pengangkut vitamin. Lemak memang harus diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti.

Lezat Namun Jahat

Sifat lemak adalah meningkatkan cita rasa gurih, lembut, harum dan lezat pada masakan. Makanan yang diolah dengan digoreng, ditumis maupun dipanggang dengan lemak yang banyak akan meningkatkan rasa menjadi lebih lezat. Godaan lezat makanan berlemak ini yang seringkali membuat orang gagal dalam menjalani diet rendah kalori.

Sebenarnya tidak perlu kita antipati dengan lemak, karena tidak sepenuhnya lemak itu jahat. Jika dikonsumsi dengan benar sesuai kebutuhan tubuh, lemak memberi banyak manfaat. Lemak memberikan energi bagi tubuh. Setiap 1 gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan protein dan karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Lemak juga melindungi tubuh dari perubahan suhu, melindungi organ-organ vital  serta bermanfaat sebagai pengatur fisiologi tubuh dan membentuk membran sel. Dengan adanya lemak, tubuh juga lebiah mudah menyerap viaminA, D, E dan K, karena golongan vitamin ini larut dalam lemak.

Bagi Anda yang menjalani diet rendah kalori, asupan lemak berlebihan tentu harus dihindari. Batasi asupan lemak menjadi 20-35 % dari total kalori dalam sehari. Gunakan metode memasak dengan cara dikukus maupun direbus. Metode merebus dan mengkukus dapat membuang sebagian lemak di dalam makanan. Masakan yang diolah dengan dikukus atau direbus memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dicerna tubuh. Kelebihan lain adalah tidak menjadi gosong, masakan yang digoreng atau dibakar akan berubah menjadi kuning kecoklatan. Masakan yang diolah terlalu cokelat (gosong) akan merusak kandungan gizi dan menimbulkan senyawa karsinogen penyebab kanker.
Lemak Jahat atau Lemak Baik?

Seringkali kita mendengar istilah lemak jahat dan lemak baik. Atau lemak jenuh dan lemak tidak jenuh.  Lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat) dua-duanya ada di dalam bahan makanan, baik lemak nabati maupun hewani. Yang membedakan adalah jumlahnya, banyak atau sedikit.  Seperti minyak kelapa sawit dan lemak hewan banyak mengandung lemak jenuh, sedangkan minyak kacang seperti soybean oil, kanola oil, corn oil, dan sunflower oil banyak mengandung lemak tidak jenuh. Lemak jenuh terdiri dari molekul lemak yang  hampir semua atom C (karbon) mengikat atom H (hidrogen), pada lemak tak jenuh tidak semua atom C dari molekul lemaknya mengikat atom H.

Lantas mengapa jenis lemak jenuh atau tidak jenuh seringkali dipersoalkan? Padahal kedua jenis lemak ini sama-sama dibutuhkan tubuh. Golongan lemak jenuh dianggap sebagai biangnya penyempitan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Padahal jika dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan, lemak ini dapat memberikan rasa kenyang. Pola mengkonsumsi lemak yang baik adalah harus berimbang, baik jenis lemak jenuh tunggal (monosaturated fatty acid/MUFA), lemak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid/PUFA) dan lemak jenuh (saturated fatty acid/SFA). Perbandingan asupan idealnya adalah 1:1:1 antara ketiganya. Hitungan matematikanya memang rumit, untuk memudahkan, Anda bisa mencukupi ketiga kebutuhan lemak ini secara berimbang dengan mengkonsumsi makanan yang beragam. Perlu diingat, meskipun golongan lemak tidak jenuh, jika dikonsumsi berlebihan, akibatnya akan sama dengan mengkonsumsi lemak jenuh. Ini disebabkan karena di dalam tubuh, asupan lemak yang berlebihan akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak penyebab obesitas, jantung koroner dan stroke.
Beberapa tahun terahir, di pasaran dijual satu lagi jenis lemak yang disinyalir lebih berbahaya dibandingkan lemak jenuh, yaitu lemak trans. Lemak trans adalah lemak hewani maupun nabati yang diproses dengaan metode hidrogenasi. Proses hidrogenasi adalah penambahan atom H pada molekul lemak. Proses ini akan meningkatkan stabilitas oksidasi. Tujuannya agar lemak tidak mudah mengalami proses oksidasi yang menyebabkan bau tengik. Lemak trans juga dapat membuat makanan lebih renyah karena tahan suhu tinggi, lebih gurih, lembut dan mudah meleleh atau lumer. Produk ini biasanya dikenal dengan istilah pastry shortening, margarin dan mentega. Namun Andapun tidak lantas menjauhi produk ini, karena beberapa produk margarin dibuat  dengan metode emulsi serta hasil blending sehingga tidak memunculkan lemak trans.
Lemak trans lebih berbahaya dibandingkan lemak jenuh. Lemak ini dapat meningkatkan kolesterol darah secara progresif, merangsang tubuh untuk menghasilkan Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) lebih banyak dibandingkan kolesterol HDL (High density Lipoprotein). LDL ini dapat memicu timbulnya penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah. Mengingat bahayanya emak trans, mulai Januari 2006, lembaga FDA (Food and Drug Administration) Amerika, telah mewajibkan produsen makanan untuk mencantumkan kandungan lemak trans di dalam label kemasan. Penulis & foto: Budi Sutomo.

Urap Sayuran

0 komentar

Masakan sayuran dengan campuran sambal kelapa ini memang menggugah selera. Urapan juga mengandung banyak serat dan vitamin karena bahan utamanya sayuran. Kukus sambal uapan sebelum digunakan agar urap tahan lama. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Urap Sayuran (Urapan)

Bahan:
100 g kacang panjang, potong-potong
100 g tauge, cuci bersih
100 g oyong, kupas, potong-potong
60 g wortel, potong-potong
100 g bayam, cuci bersih
Sambal Urap:
150 g kelapa, kupas, parut memanjang
6 butir bawang merah, potong-potong
4 siung bawang putih, cincang
6 buah cabe merah, potong-potong
2 cm kencur
1 sdt garam halus
½ sdm gula merah
Cara Membuat:
1. Campur semua bahan sambal kecuali kelapa. Ulek di dalam cobek hingga lembut. Sisihkan. Campur sambal urap dengan kelapa parut. Aduk hingga tercampur rata. Kukus selama 15 menit. Angkat. Sisihkan.
2. Kukus atau rebus semua sayuran bahan urap hingga matang. Tiriskan.
3. Penyelesaian: Campur sambal urpa dengan sayuran, aduk rata. Atur di dalam piring saji. Hidangkan.
Untuk 6 Porsi
Tip: Sayuan bisa diganti sesuai selera. Tambahkan cabai rawit di dalam sambal urap jjika Anda menyukai citarasa pedas.

Masakan Betawi ( Jakarta) - Soto Betawi

0 komentar

Selain gado-gado, ketoprak, dan kerak telur, Betawi juga punya hidangan soto betawi yang lezat. Soto berkuah santan ini sarat bumbu dan rempah. Aromanya wangi dan kuahnya gurih karena menggunakan santan. Berbeda dengan soto daerah lain yang biasanya berkuah bening atau kaldu, soto betawi berkuah santan. Jika Anda kurang menyukai lemak santan, Anda bisa mengganti santan dengan susu tawar cair kemasan (contoh: ultra milk) dengan jumlah yang sama dengan santan. Selamat Mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.


Soto Betawi

Bahan:
500 g daging lemusir
400 g jeroan sapi
500 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
1500 ml air
4 sdm minyak goreng
Bumbu:
10 butir bawang merah, haluskan
7 siung bawang putih, haluskan
4 cm jahe, haluskan
1 ½ sdt ketumbar sangrai bubuk
1 sdt merica bubuk
¼ sdt jintan bubuk
½ biji pala
4 butir cengkih
5 cm kayu manis batang
5 lembar daun jeruk
2 sdt garam
Pelengkap:
Tomat merah, potong-potong
Daun bawang, iris halus
Selederi, iris halus
Bawang goreng
Kecap manis
Jeruk limau
Emping Goreng
Sambal cabe rawit
Cara Membuat:
1.    Rebus gading dan jeroan, tambahkan pala, cengkih, kayu manis, daun jeruk dan garam. Masak hingga daging dan jeroan empuk, angkat. Potong-potong dadu, masukkan kembali ke dalam kaldu.
2.    Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar dan jintan hingga harum, tuang santan, didihkan.
3.    Tuang santan berbumbu ke dalam kaldu, didihkan sambil diaduk agar sanatan tidak pecah.
4.    Tuang soto dalam mangkuk saji, tambahkan tomat, daun bawang, selederi dan bawang merah goreng. Sajikan dengan kecap manis, jeruk limau, emping goreng dan sambal cabai rawit.
Untuk 8 porsi

Tip: Aduk terus kuah soto hingga mendidih agar santan tidak pecah.

Sweet Dessert untuk Lebaran

0 komentar

Saat perayaan hari lebaran, biasanya kita menyantap berbagai hidangan penuh lemak, bersantan dan pedas. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan panas dalam, dan sembelit karena mengonsumsi banyak sumber protein namun rendah serat. Kini saatnya pencernaan kita didetok dengan hidangan pencuci mulut yang sehat. Kandungan serat, vitamin dan mineal yang tinggi di dalam puding stroberi akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga saluran pencernaan. Selamat Mencoba.  Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.


Puding Stroberi

Bahan:
300 g buah stroberi, potong dadu kecil
1 pks (11 g) bubuk agar putih
60 g gula pasir
60 ml susu kental manis
60 ml syrup cocopandan 
250 ml susu tawar cair
250 ml air
1/4 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Larutkan bubuk agar dengan air, gula pasir, dan garam. aduk rata. Didihkan sambil diaduk-aduk hingga mendidih.
2. Tambahkan susu tawar cair, susu kental manis, syrup cocopandan. Masak sambil terus diaduk hingga mendidih. angkat.
3. Siapkan cetakan puding atau gelas saji. Masukkan potongan buah stroberi. Tuang adonan agar, dinginkan hingga mengeras. Sajikan dingin.
Untuk 12 Porsi

Tip: Susu tawar cair bisa diganti dengan santan. Basahi cetakan puding dengan air matang sebelum digunakan agar puding mudah dikeluarkan dari cetakan.



Video Membuat Roti Maryam atau Roti Canai

0 komentar

Roti Maryam atau roti canai biasanya disajikan dengan cocolan kari kambing, ayam atau sapi. Untuk variasi, roti maryam juga lezat disajikan dengan salad. Simak cara membuatnya dan praktekan. Selamat Mencoba. Budi Sutomo.

 
  • Ilmu Memasak © 2012