Rujak Kuah Pindang

0 komentar

Siang-siang gini buat ibu-ibu yang lagi ngidam rujak boleh deh dicicipin makanan yang satu ini.. Eng ing eeeengg..
RUJAK KUAH PINDANG!
Saya jadi kepincut sama rujak ini karena kebetulan ada yang jualan di deket kampus. Saya juga baru tahu setelah saya pindah ke Denpasar.
Rasanya maknyoss..
Setelah diintip-intip rahasianya, ternyata ini dia bumbu yang digunakan.
Satu lagi, buah yang cocok untuk rujak ini HANYA mangga muda. Umm.. kalau di lidah saya sih rasanya begitu. Tapi bagi Anda yang ingin mengkombinasikan dengan buah lain yang juga biasanya dipakai untuk bahan rujak, boleh saja..


Bahan:
* Pindang 100 cc (Rebus ikan tuna segar dengan daun salam, sedikit garam dan air 200cc, masak sampai air menyusut menjadi 100cc, lalu dinginkan)
* 2 Buah Manga Muda diserut atau iris tipis2
* Terasi Matang menurut selera
* Cabe Rawit menurut selera
* Garam sedikit

Cara Membuat:
> Ulek Terasi, garam dan Cabe rawit
> Masukan kuah pindang
> Masukan mangga yang sudah diserut
> Diamkan sejenak didalam lemari es
> Hidangkan

Proses Pembuatan Gula Tebu

0 komentar

Anda tentunya mengenal pemanis alami yang tak bisa lepas dari kehidupan kita ini. Ya, gula. Gula merupakan salah satu komoditi utama yang berbahan dasar tebu.
Tapi sayangnya, banyak petani tebu kini menjerit karena biaya produksi yang tinggi, serta maraknya perdagangan gula impor.
Jelas saja, tak disangka prosesnya panjang sekali..
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).
Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia, Brazil, dan Thailand. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an, namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan negara-negara Asia Timur.
Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau, serta cairan batang tebu. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara, terutama di bagian timur.
Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17, pertama di sekitar Batavia, lalu berkembang ke arah timur.
Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an, dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik, dengan 93 pabrik dan prduksi 1,5 juta ton. Seusai Perang Dunia II, tersisa 30 pabrik aktif. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula.

Proses Pembuatan Gula

1. Persiapan Pembuatan Gula TebuTebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.
Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu, proses ektrasi, pembersihan kotoran, penguapan, kritalisasi, afinasi, karbonasi, penghilangan warna, dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen.

2. Ekstraksi
Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula.
Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula dan serat residu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.

3. Pengendapan Kotoran dengan Kapur (Liming) 
Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan liming.
Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih.
Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses.

4. Penguapan (Evaporasi)
Setelah mengalami proses liming, proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi.
Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk’ (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

5. Pendidihan (Kristalisasi)
Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.
Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Olah karena itu, tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan.
Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya, maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99,5%.

6. PenyimpananGula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna.

7. AfinasiTahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal, tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Campuran hasil (‘magma’) di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi.
Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna, partikel-partikel halus, gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.

8. KarbonatasiTahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.
Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut.
Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil, perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi.
Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula, sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan, cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna.

9. Penghilangan Warna
Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.
Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.
Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.
Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.

10. PendidihanSejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.
Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

Fun Poffertjes

0 komentar

Hidangan khas Negeri Kincir Angin Belanda ini merupakan makanan ringan yang bisa dinikmati sebagai cemilan pada sore hari. Dengan pilihan topping keju parut serta gula halusnya, siap ceriakan waktu bersantai Anda.
Bentuknya mirip yah, seperti kue jaffle dan waffle. Bedanya kelihatan banget di topingnya nih, yang memakai parutan keju dan gula halus.

Bahan:
* 200 gram tepung terigu
* 1 sendok teh ragi instant
* 1/2 sendok teh baking powder
* 1 sendok teh garam
* 1 buah kuning telur
* 350 ml susu cair
* 25 gram strawberry segar
* Mentega secukupnya untuk mengoles

Toping:
* 50 gram gula halus
* 50 gram keju parut

Cara membuat:
> Campur tepung terigu, ragi, baking powder, garam dan terakhir telur,
> Aduk sambil tuangkan susu sedikit demi sedikit hingga jadi adonan yang halus. Diamkan
adonan selama kurang lebih 30 menit,
> Siapkan cetakan Poffertjes, olesi terlebih dahulu dengan mentega agar tidak lengket saat
dipanaskan, kemudian panaskan cetakan,
> Tuang adonan ke dalam cetakan, biarkan dalam keadaan terbuka,jangan ditutup. Setelah
warna menguning dan matang, angkat.

Tips:
** Tambahkan Strawberry untuk menambah kesegaran
** Simpan dalam Tupperware CozyNest ukuran besar
** Sajikan hangat bersama dua pilihan topping keju parut dalam wadah ukuran sedang serta gula halus dalam wadah kecil.

Mie Lendir

0 komentar

Mungkin Anda sedikit aneh bila mendengar ada makanan yang namanya mie lendir.
Makanan apa itu ya? Enak apa gak ya? Gimana rasanya? Dengar namanya saja, sudah bikin penasaran (bagi yang belum nyobain sih..)
Mie Lendir ini adalah salah satu khas Pulau Batam, Pulau Bintan Kepulauan Riau. Makanan yang di sajikan dengan mie, tauge, telur rebus, irisan cabe rawit dan atasnya ini di siram dengan kuah kacang yang kental. Rasanya yang pedes-pedes manis membuat siapapun yang mencicipinya pasti akan ketagihan untuk menikmatinya lagi. Meskipun namanya sedikit aneh tapi tidak mengurangi rasa kelezatan dari mie lendir tersebut.
Bahan:
* Mie Kuning (mie lidi ya 1 bungkus cukup buat pemula di rebus)
* Tauge
* Daun bawang (iris tipis)
* Daun seledri (daun sop iris halus)
* Telur (di rebus)
* Cabe rawit kira2 12 biji di potong kecil-kecil.

Cara Membuat:
> Haluskan cabe merah, cabe rawit, bawang putih 1 atau 2, kencur, Ubi jalar (keledek) di rebus kemudian di haluskan.
> Kemudian kacang tanah di goreng, lalu dihaluskan.
> Semua bumbu yang di haluskan di masak + air kira 3 atau 4 gelas+ srey yg di geprak + daun salam. Masak sampai mendidih jangan lupa kasih garam dan mie won untuk menambah rasa nikmatnya bumbu kacang tersebut. Cara ini adalah untuk bikin bumbu kacangnya.

Penyajian:
Untuk lebih hangat masukkan mie kuning + tauge kedalam rebusan air, sebentar saja dan angkat.
Letak di piring + telur dan siram dengan kuah kacang.
Taburkan daun sop, daun bawang + bawang goreng bila perlu.

Selamat Mencoba ^_^

Nasi Begana

0 komentar

Pada postingan kali ini, saya akan menampilkan salah satu makanan khas Jawa Tengah adalah nasi bogana yang juga sering disebut nasi begana. Nasi putih yang dilengkapi dengan lauk pauk dibungkus dengan daun pisang ini memang memiliki rasa khas.
Nah, yuk pelajari cara bikinnya..
Bahan:
* 500 gram beras putih, cuci bersih
* 200 ml santan
* 400 ml air
* 1 lembar daun pandan
* 1 sendok teh garam

Pelengkap:
** Ayam bumbu ragi
** Pindang telur
** Oseng-oseng buncis

Cara Membuat:
> Rebus air, santan, garam dan daun pandan, masak hingga mendidih.
> Masukkan beras, sambil sesekali diaduk, masak hingga airnya terserap dan habis, angkat.
> Kukus nasi selama 30 menit hingga matang, angkat.
> Sajikan dengan pelengkap.

Ayam Pelalah Bali

0 komentar

Belajar masak sama ibu tercinta, nggak lengkap rasanya kalau tidak dilengkapi dengan sajian ayam. Berhubung masakan Bali tentang ayam yang terkenal adalah ayam betutu, namun kali ini saya menyajikan resep ayam pelalah yang nggak kalah enak dengan ayam betutu. Selamat mencoba :)

Bahan:
* 2 bh dada ayam
* 1 bh jeruk nipis, ambil airnya
Haluskan:
* 5 bh bawang merah
* 6 siung bawang putih
* 3 cm kencur
* 3 cm lengkuas
* 3 btr kemiri
* 3 cm kunyit
* 2 btg serai, iris halus
* 1 lbr daun salam
* 4 bh cabai rawit
* 1 sdt garam
* 25 gr gula merah
Sambal:
* 5 bh bawang merah, iris halus, goreng kering
* 5 siung bawang putih, iris halus, goreng kering
* 3 bh cabai merah, iris halus, goreng
* 1 bh tomat
* 1 sdt terasi goreng

Cara Membuat:
> Lumuri ayam dengan bumbu halus sampai rata.
> Panggang di atas bara arang sampai matang dan harum.
> Dinginkan, suwir-suwir, sisihkan.
> Haluskan bahan sambal, beri air jeruk nipis, aduk rata.
> Campurkan bumbu sambal dengan ayam suwir, aduk sampai rata.

Bagaimana? Jika anda pecinta pedas, jumlah cabai bisa disesuaikan dengan selera :)

Resep Dasar Roti Burger dan Hotdog

0 komentar

Burger dan hotdog memang sudah tak asing lagi di lidah masyarakat. Selain karena makanan ini bersifat cepat saji, banyak orang mundur untuk memakan hidangan ini. Kita sendiri bisa kok membuat roti burger dan hotdog tanpa merasa cemas akan issue makanan cepat saji, karena kita kan membuatnya sendiri :)

Bahan:
* Tepung roti protein tinggi, 250 gram
* Tepung terigu protein sedang, 250 gram
* Gula pasir, 100 gram
* Garam, 7 gram
* Baker bonus, 3 gram
* Ragi instan, 11 gram
* Susu bubuk, 25 gram
* Telur ayam, 1 butir
* Air, 250 ml
* Shortening / mentega putih, 90 gram
* Susu evaporated, secukupnya, untuk olesan
* Wijen putih, 2 sendok makan

Cara Membuat
> Larutkan garam dan air, sisihkan.
> Campur semua bahan kecuali air garam, telur, margarin, susu evaporated dan wijen. Aduk dan ratakan.
> Pecahkan telur di tengah-tengah campuran adonan kering, tuang air perlahan sambil diuleni hingga adonan setengah kalis.
> Masukkan margarin, uleni kembali hingga adonan kalis. Bagi adonan menjadi 16 buah, bulatkan. Tutup adonan dengan plastik, istirahatkan selama 25 menit.
> Kempiskan adonan, bentuk bulat untuk burger atau bentuk lonjong untuk hot dog.
> Atur dalam loyang bersemir margarin, istirahatkan kembali selama sekitar 30 – 45 menit.
> Oles bagian atas roti dengan susu evaporated, taburi dengan wijen untuk burger.
> Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat celcius selama sekitar 20 menit ( hingga matang ).

Resep untuk 16 buah Roti Burger dan Hot Dog

 
  • Ilmu Memasak © 2012