Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri makanan balita. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri makanan balita. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Beli Buku Masakan di Gramedia Online Lebih Murah

0 komentar

Membeli buku masakan di Gramedia online lebih murah, praktis dan aman. Beragam buku tulisan Budi Sutomo, seperti Cara Mudah Menghias Cake, Kue Kering, Wirausaha Bakso, Wirausaha Jajan Pasar, Wirausaha Masakan Padang, Makanan Balita, Makanan Bayi, Seni Melipat Serbet, Membuat Aneka Mi,  Menu Harian Praktis dan beberapa buku yang lain bisa dibeli secara online di GRAMEDIA ONLINE

Membeli Buku Masakan Online Lebih Murah dan Mudah

0 komentar

Buku masakan, kuliner, gizi dan kesehatan karangan Budi Sutomo kini tersedia online di gramediaonline.com. Keuntungan membeli secara online adalah, harga buku lebih murah karena diskon 15 %, aman dan lebih mudah. Klik link berikut www.gramediaonline.com untuk melihat buku yang tersedia.

Beberapa judul  buku yang tersedia, diantaranya: 
1. Makanan Sehat Pendamping ASI
2. Menu Sehat & Lezat Sebulan untuk Golongan Darah O
3.  Sukses Bisnis Bakso
4. Sukses Wirausaha Roti Favorit
5. Rahasia Sehat Jus Buah & Sayuran
6. Menu Sehat Alami untuk Batita & Balita
7. Cara Mudah Menghias Cake
8. The Simple Art of Napkin Folding
9. Sukses Wirausaha Kue Kering
10. Menyusul judul-judul lainnya...


Kue Lezat untuk Anak

0 komentar


Membuat snack untuk si kecil tidak harus rumit dan lama, cukup berbekal roti tawar dan keju Anda bisa membuat kudapan lezat untuk sang buah hati. Libatkan anak-anak untuk membantu memasak agar mereka belajar dan  dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Cookies Keju Roti Tawar

Bahan:
250 g roti tawar
60 g margarin
3 siung abwang putih, haluskan
3 butir kuning telur
60 g keju cheddar, parut
Cara Membuat: 
1. Pipihkan roti tawar dengan gilingan kue. Cetak dengan cetakan kue kering sesuai selera. Lakukan hingga habis.
2. Campur margarin dengan bawang putih dan kuning telur, aduk rata. Olesi permukaan roti dengan campuran kuning telur.
3. Taburi dengan keju cheddar parut. Panggang di dalam oven bertemperatur 160 derajat celcius selama 15 menit atau hingga kue kering dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, dinginkan. Atur di dalam piring saji. Hidangkan.
Untuk 250 g

Tip: Untuk variasi rasa, bisa ditambahkan seledri cincang sebagai bahan taburan.
Informasi Lengkap Tentang Makanan Bayi dan Balita bisa di klik dalam link INI

Makanan Pendamping ASI Sehat Alami untuk Bayi

0 komentar

Pertumbuhan dan perkembangan bayi memerlukan dukungan nutrisi yang optimal. Nutrisi memegang peranan penting dalam menciptakan bayi sehat dan cerdas. Pada bayi usia satu sampai enam bulan, asupan nutrisi utama diperoleh dari ASI. Menginjak usia 6 bulan, saatnya bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (M-PASI). Makanan yang diberikan harus mengandung asupan nutrisi lengkap, seperti protein untuk pertumbuhan, karbohidrat dan lemak untuk sumber tenaga, vitamin dan mineral untuk menjaga serta memelihara kesehatan.
Dalam usia tiga tahun pertama, otak bayi mengalami perkembangan pesat. Di masa ini, makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Di dalam ASI terkandung banyak zat gizi yang baik untuk pertumbuhan otak bayi, seperti DHA dan Taurin. Sekitar 60 persen otak terdiri dari lemak, terutama asam lemak, seperti DHA. ASI mengandung DHA paling tinggi, sekitar 250 mg, sehingga para ibu dianjurkan untuk menyusui bayi sebagai asupan utama kebutuhan bayi.
Asam lemak DHA berperan dalam proses pematangan sel-sel otak dan bekerja saat bayi tidur. Bayi yang mendapatkan ASI dengan kandungan DHA tinggi memiliki pola tidur bayi yang nyenyak. Sedangkan apabila kandungan DHA pada ASI rendah, kualitas tidur bayi kurang baik. Taurin juga berperan dalam proses pematangan sel otak, sebagai neurotransmitter atau pengantar pesan, dan berperan dalam fungsi retina mata.
Supaya bayi mendapatkan ASI yang mengandung zat gizi lengkap, terutama asam lemak, ibu menyusui harus menjaga pola makan serta mengonsumsi jenis makanan yang mengandung nutrisi lengkap dengan pola menu seimbang. Pasalnya, kualitas ASI yang baik akan menentukan status gizi bayi. Apalagi jika ASI diberikan secara ekslusif selama enam bulan sehingga bayi sangat tergantung pada ASI untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya. Sumber makanan yang mengandung DHA, seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan makarel, telur, daging dan hati sangat dianjurkan. Begitu juga buah dan sayuran, terutama daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI.Menginjak usia di atas enam bulan, bayi mulai mendapat makanan pendamping ASI. Banyak hal yang perlu diperhatikan saat memberikan makanan pendamping ASI, mengingat sistem pencernaan bayi belum sempurna. Oleh karena itu, kenali terlebih dahulu bahan pangan yang akan diberikan sesuai dengan tingkatan usia bayi.
Pada tahap permulaan, bayi diperkenalkan dengan buah dan sayuran. Buah dan sayuran mengandung berbagai vitamin, mineral, dan gula buah sebagai sumber karbohidrat. Contohnya, buah avokad yang memiliki kadar lemak tinggi. Kadar lemak yang terdapat pada buah avokad paling tinggi dibanding buah-buahan lain. Buah ini mengandung lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, dan asam folat yang bermanfaat sebagai nutrisi otak, vitamin C, vitamin A, zat besi, fosfor, kalsium, dan niasin. Jadi, orangtua tidak perlu khawatir memberikan avokad pada bayi di awal pengenalan M-PASI.
Selain itu, perencanaan menu M-PASI sebaiknya dilakukan secara cermat dan terencana sesuai perkembangan fisik bayi. Orangtua harus memerhatikan cara mengolola bahan makanan, penyimpanan, sterilisasi peralatan memasak, pengaturan jadwal makan bayi, serta penyusunan menu untuk bayi.
Buku “Makanan Sehat Pendamping ASI” terbitan DEMEDIA ini sangat tepat Anda jadikan panduan dalam membekali pengetahuan para ibu tentang nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan bayi dalam menunjang tumbuh kembang dan kecerdasannya.
Di dalam buku yang ditulis ini berisi aneka menu dan cara pembuatan M-PASI, mulai dari makanan sapihan pertama pada umur 6—7 bulan hingga umur 10—12 bulan. Terdiri dari aneka bubur, pure, nasi tim, dan kue selingan. Makanan bayi dipilih se alami mungkin dan teknik pembuatan yang tidak sulit sehingga memudahkan para ibu menyiapkan makanan untuk bayi.
Di samping itu, dilengkapi juga pembahasan seputar tumbuh kembang bayi, manfaat ASI, penyajian susu formula, mengenalkan dan merencanakan makanan pendamping ASI (M-PASI), mengatasi bayi sulit makan, pengolahan dan penyimpanan makanan bayi, makanan pantangan bayi dan yang dianjurkan, aneka gangguan dan penyakit pada bayi, serta beberapa lampiran penting seperti konversi bahan pangan penukar serta kandungan gizi pada bahan pangan. Penting Anda miliki sebagai bekal membesarkan sang buah hati agar tumbuh sehat dan berkembang optimal.
Menginjak usia bayi satu tahun, bayi memasuki masa batita dan balita, panduan menu sehat batita dan balita bisa bisa Anda dapatkan informasinya di sini.
Judul: Makanan Sehat Pendamping ASI
Penulis: Budi Sutomo, S.Pd & dr. Dwi Yanti Anggraini
Penerbit: Demedia Pustaka
Harga: Rp. 49.000
Informasi & Pemesanan: 021-78883030

Nutrisi Tepat Untuk Kecerdasan Anak

0 komentar

Usia balita adalah masa pertumbuhan pesat, termasuk otak, organ penting sebagai pusat kontrol, berpikir, emosi dan tingkah laku. Keberhasilan proses pertumbuhan otak dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang semasa bayi dalam kandungan, masa bayi dan balita. Karenanya, penerapan pola makan yang baik sudah harus dimulai sejak dini.

Kecerdasan dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu genetik, lingkungan dan gizi. Kekurangan zat gizi tertentu bisa menyebabkan perkembangan otak terhambat dan bisa menyebabkan menurunya kecerdasan anak. Faktor gizi menjadi penting karena sifatnya irreversible, jadi jika kekurangan pada masa tertentu tidak dapat pulih. Kareananya sebagai orang tua, memilih makanan terbaik dengan kandungan nutrisi seimbang dan porsi yang tepat harus dikuasai.

Tumbuh Kembang Balita


Pertumbuhan otak atau masa cepat tumbuh otak terjadi ketika bayi masih dalam kandungan hingga hingga bayi berusia 18 bulan. Karenanya ibu hamil juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang dimakan.

Perkembangan otak berlanjut di masa balita, merupakan suatu periode penting bagi proses tumbuh kembang. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan di usia balita menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya.

Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal sangat dipengaruhi oleh asupan zat gizi makanan yang dikonsumsi. Begitu juga dengan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan anak.

Masa Pertumbuhan Emas Otak Anak


Otak janin mengalami periode pertumbuhan cepat (brain growth spurt) pertama kali pada saat kehamilan trimester ketiga. Pada trimester ketiga ini, sel neuron (sel-sel otak) pada otak besar membelah dan membagi dengan cepat.

Berbagai nutrisi berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan otak janin yang telah dimulai pada awal kehamilan. Kebutuhan zat gizi yang penting ditingkatkan selama kehamilan adalah karbohidrat (energi), protein, kalsium (Ca), fosfor (P), zat besi (Fe), magnesium (Mg), Seng (Zn), Iodium (I), Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam folat), Vitamin C, dan Vitamin D.

Pada trimester ketiga usia kehamilan, sangat penting mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat gizi, seperti vitamin B6, seng, kalsium, zat besi, protein dan B9 (asam folat).

Masa pertumbuhan emas otak (brain growth spurt) tahapan kedua terjadi saat bayi baru lahir sampai usia 30 bulan. Usia bayi 0-6 bulan sangat disarankan untuk diberikan ASI eksklusif. ASI mengandung nutrisi yang cukup hingga bayi berusia 6 bulan. Menginjak usia 6 -30 bulan bayi mulai diberi makanan sesuai kebutuhan tubuhnya.

Kebutuhan Nutrisi Otak


Pada awal kehamilan atau 17 hari setelah hamil, otak mulai terbentuk. Asupan zat gizi adalah faktor utama yang berperan meningkatkan kecerdasan otak secara optimal. Otak dibentuk oleh lemak, sedangkan sel saraf dibentuk oleh protein. Beberapa nutrisi sangat berperan penting dalam menentukan tingkat kecerdasan anak.

Protein. Protein berfungsi untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak serta perlindungan terhadap infeksi. Sedangkan asam amino berperan sebagai neurotransmitter atau bahan zat pengantar ransang saraf, dan mempengaruhi perilaku, seperti emosi, kontrol diri dan konsentrasi.
Asam amino esensial adalah jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh namun tubuh justru tidak dapat memproduksi sendiri dan diperoleh dari asupan makanan, contohnya antara lain adalah cystine dan lysine.

Lemak. Secara kimia, otak yang banyak mengandung lapisan membrane lemak. Agar otak dapat berfungsi dengan baik diperlukan asam lemak omega 3 dan omega 6. Penelitian dari Bagian Gizi Masarakat Universita Indonesia juga memberikan kesimpulan bahwa asam lemak omega 3 dan omega 6 yang terapat di dalam ASI, minyak ikan, dan ikan mempunyai perannan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Omega 3. Asam alfa linoleat termasuk dalam kelompok asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (Long Chain Polyunsaturated Fatty Acid = LCPUFA) . LCPUFA merupakan pembuat utama sistem saraf. Kekurangan (defisiensi) Omega 3 akan menyebabkan adanya gangguan pada sistem penglihatan, daya ingat, gangguan perilaku dan kekebalan tubuh. Omega 3 terdapat pada brokoli, bayam, daun selada, unggas, dan beberapa jenis ikan, seperti tuna, salmon, sardin, mackerel, dan herring.

Omega 6. Merupakan LCPUFA. Omega 6 diubah menjadi asam arakhidonat (AA). AA berfungsi sebagai pengantar rangsang antarsel saraf dan membantu perkembangan otak. Omega 6 dapat ditemui pada minyak kedelai.

Karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber zat tenaga atau energi. Energi sangat dibutuhkan otak sebagai sumber energi sel-sel otak dan pembentukan kabel saraf otak untuk proses berpikir. Karbohidrat juga berperan untuk menangkap dan menyimpan data dalam memori otak. Sumber karbohidrat mudah ditemui di bahan makanan pokok, seperti nasi, roti, gandum, dan biskuit.

Vitamin. Vitamin berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita serta pembentukan dan pengembangan fungsi sel-sel otak, seperti peran Vitamin A dalam membantu pembentukan dan pertumbuhan sel saraf. Vitamin A banyak terdapat pada wortel, hati sapi, hati ayam, jeruk, dan bayam.

Begitu juga dengan Vitamin B6 yang berperan dalam membantu proses metabolisme asam amino (protein) yang merupakan salah satu komponen pembentuk otak. Proses pembentukan neurotransmitter juga dibantu oleh vitamin ini.

Vitamin B9 atau yang lebih dikenal dengan asam folat juga sangat berperan mencegah kelainan seperti otak tidak berkembang (anensefali). Beberapa bahan makanan yang mengandung asam folat adalah hati sapi, bayam, brokoli, pisang, susu, gandum, kuning telur ayam, jus jeruk dan kacang almond. Vitamin lainnya yaitu vitamin c juga berperan sebagai pembentuk neurotransmitter.

Mineral. Mineral adalah unsur pelengkap yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah sodium, potasium, kalsium, besi, seng, yodium dan klorida. Sebut saja sodium, potasium dan kalsium berperan dalam proses neurotransmitter antara satu sel dengan sel saraf lain, termasuk sel otak.


Mineral lain, yaitu zat besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan myelin (selaput lemak pelindung akson). Zat besi juga berguna untuk kecepatan penghantar saraf, pemrosesan informasi dan kecerdasan. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita

0 komentar

Judul: Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita
Penulis: Budi Sutomo, S,Pd & Dr. Dwi Yanti Anggraini
Penerbit: Demodia
Harga: Rp.79.000
Informasi & Pemesanan: 021-78883030 ext: 213, 214, 216

Resensi:
Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan baik adalah harapan setiap orangtua. Di usia balita, proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara pesat dan tidak akan pernah terulang. Keberhasilan proses pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang semasa balita.

Penerapan pola makan yang baik sudah harus dimulai sejak dini. Tentunya bukan hal mudah menerapkan pola makan yang baik bagi buah hati. Berbagai kendala, seperti anak sulit makan, alergi makanan hingga ganguan kesehatan seperti anak sakit dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pola makan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menggangu pertumbuah balita secara optimal.

Pengenalan gizi seimbang harus diketahui orangtua guna mengoptimalkan proses pertumbuhan anak. Tentu dengan harapan sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Buku ini mengulas berbagai informasi penting meliputi pengertian tumbuh kembang anak, cakupan luas zat gizi seimbang, kebutuhan gizi yang dianjurkan untuk balita dan batita, penyakit yang sering diderita anak akibat gangguan gizi, mengatasi anak susah makan dan minum susu, mengatasi alergi makanan pada balita dan batita, kebutuhan gizi balita dari tahun ke tahun, dan cara memilih bahan dan menyusun menu balita yang baik. Buku ini juga dilengkapi lebih dari 100 resep menu batita dan balita yang sehat dan bergizi, baik makanan utama, lauk hewani dan nabati, sayuran, sup, makanan bekal, snack dan minuman. Semua resep dipilih yang mudah dibuat dan bahan mudah didapat. Bahan pangan yang digunakan semuanya serba alami sehingga aman dan sehat untuk anak-anak.

Dengan berbekal buku ini, diharapkan para orangtua mendapatkan pencerahan tentang cara membesarkan sang buah hati dari sisi nutrisi yang tepat dengan pola menu seimbang. Layak dimiliki bagi orang tua yang mendambakan buah hati tumbuh dan berkembang secara optimal.

Makanan Balita - Nasi Tim Kakap

0 komentar


Setelah melewati masa ASI eklusif selama 6 bulan, kebutuhan gizi bayi semakin meningkat dan diperlukan nutrisi tambahan agar bayi dapat berkembang optimal. Resep Nasi Tim Kakap mengandung nutrisi lengkap, cocok diberikan untuk balita usia di atas satu tahun. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo.

Bahan:

200 g beras, cuci, tiriskan

100 g kakap, cincang halus

600 ml kaldu ayam/air

50 g tomat, potong dadu

60 g brokoli, potong-potong

2 sdm saus tomat

1 sdm keju parut

¼ sdt garam halus

¼ sdt lada halus

2 siung bawang putih, cincang kasar

Cara Membuat:

1. Didihkan kaldu/air, masukan beras, aduk rata. Masak hingga seluruh cairan terserap habis dan berass agak lunak. Angkat.

2. Campur aron beras dengan daging kakap cincang, tomat, brokoli, keju parut, saus tomat, bawang putih, lada dan garam. Aduk rata.

3. Masukkan aron beras ke dalam pinggan tahan panas. Tim hingga beras lembut. Angkat, hidangkan hangat.

Untuk 3 Porsi

Fillet Ikan Kakap:

Filet ikan kakap bisa diganti dengan ikan tuna, salmon, gurami, gindara atau ikan lain berdaging tebal namun tidak banyak durinya. Setiap 100 g ikan kakap mengandung energi 86 kkal, protein 20 g, lemak 0.7 g, mineral 2.3 g, kalsium 20 mg dan fosfor 200 mg.

MENGATASI MASALAH ANAK SUSAH MAKAN

0 komentar

Makanan bergizi merupakan salah satu faktor penentu tercapainya pertumbuhan dan perkembangan optimal di masa balita. Apalagi, pada masa ini perkembangan otak masih berlangsung. Namun, sering orang tua mengalami kesulitan memberikan makan pada anak. Berikut ini tip dan trik mengatasi masalah-masalah makan agar si buah hati tumbuh sehat, cerdas, dan kreatif.


Balita Susah Makan

Masalah ini paling sering dikeluhkan orang tua. Hal ini patut segera diatasi. Susah makan dalam waktu berkepanjangan bisa menyebabkan kurang gizi, pertumbuhan terganggu, serta gangguan perkembangan dan kecerdasan. Berbahaya, bukan? Coba ikuti tip dan trik berikut ini untuk mengatasi si kecil yang susah makan.

  1. Berikan balita makanan sesuai dengan tahap makanannya. Pada usia ini, balita mulai diberi makanan keluarga dan tinggalkan makanan bayinya.
  2. Berikan makan secara sedikit demi sedikit, tetapi sering. Jangan paksakan anak karena pencernaan balita belum sempurna dan bisa membuat anak tidak menyukai makanan itu seumur hidupnya.
  3. Balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk menarik minat makannya, libatkan dia untuk menyiapkan makanannya sendiri, sekaligus mengenalkan makanan yang dimakannya.
  4. Variasikan jenis makanan yang diberikan. Hindari memberikan makanan yang itu-itu saja. Makanan baru bisa membuat anak lebih bersemangat makan.
  5. Sajikan makanan semenarik mungkin. Tidak hanya bentuk, tapi juga tekstur, rasa, dan warna.
  6. Gunakan piranti saji dengan bentuk dan warna yang menarik. Pilih piranti berlabel food grade sehingga aman dan tidak mencemari makanan anak.
  7. Ajaklah anak makan dengan pendekatan yang baik, tanpa memaksa. Gunakan nada suara lembut dan bisa jelaskan arti pentingnya makan buatnya.
  8. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, bisa dengan mendongeng, mendengarkan musik, atau mengajak makan bersama dengan teman-temannya.
  9. Kontrol pemberian kudapan dan susu di antara jam makan. Jika berlebihan bisa membuat anak masih kenyang saat memasuki jam makan.
  10. Hindari kudapan yang rasa manis dan asinnya berlebihan karena membuat anak banyak minum sehingga anak sudah kenyang sebelum mengonsumsi makanan utamanya.
  11. Hindari pemberian air putih yang berlebihan. Air putih baik untuk memenuhi cairan dalam tubuh, tetapi tidak mengandung nilai gizi. Jangan sampai air putih menggantikan susu yang kaya gizi.
  12. Beri kesempatan pada anak untuk memilih menu yang disukai. Gantilah jika anak bilang tidak menyukai makanan itu dan tanyakan jenis makanan apa yang diinginkan.
  13. Selalu gunakan pendekatan yang lembut, tanpa ancaman dan hukuman. Hal ini bisa membuat anak protes, misalnya dengan melakukan aksi mogok makan. Teks & Foto: Budi Sutomo

Tempe - Kaya Protein & Mencegah Anemia

0 komentar

Dulu orang merasa gensi dengan mengkonsumsi tempe. Padahal sumber protein nabati ini sangat kaya akan protein. Keunggulan lain, tempe mengandung antioksidan sekaligus mampu mencegah anemia.

Meskipun harga kedelai semakin melambung, olahan kedelai seperti tempe masih termasuk bahan pangan yang murah dan mudah didapat. Kini pamor tempe kian melambung, orang tidak lagi memandang bahan pangan dari fermentasi kapang Rhizopus spp. Mengingat banyak penelitian yang menunjukan banyaknya keunggulan dari tempe.

Baik Untuk Balita Hinga Manula
Tempe adalah hasil olahan kedelai dengan proses fermentasi. Selama proses fermentasi kedelai mengalami perubahan tekstur dan nilai gizi. Menurut pakar gizi, Prof . DR.Ir. Made Astawan. Proses fermentasi menjadikan tekstur kedelai menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah di cerna. Pengolahan kedelai menjadi tempe juga menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa, senyawa yang dapat menyebabkan kembung perut atau flatulensi.
Dibandingkan kedelai, mengkonsumsi tempe juga memiliki kelebihan. Secara kimiawi, tempe mengandung protein lebih tinggi, nitrogen terlarut meningkat, asam lemak bebas meningkat dan nilai cerna juga meningkat. Tempe lebih mudah dicerna karena kerja enzim pencernaan yang dihasilkan kapang tempe. Hasilnya, karbohidrat, protein dan lemak di dalam kedelai lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Cocok sebagai bahan pangan sumber protein untuk balita dan anak-anak, mengingat pada usia ini, organ dan enzim pencernaan belum bekerja maksimal. Selain itu, manula juga sangat baik mengkonsumsi tempe, enzim dan organ pencernaan manula kualitasnya menurun dan tempe pangan yang baik karena mudah dicerna.

Kaya Gizi
Dilihat dari kandungan gizinya, tempe sangat potensial sebagai sumber protein nabati. Mengingat sumber protein hewani retlatif lebih mahal, alternative tempe sebagai hidangan menu keluarga bisa menjadi pilihan.
Selain protein, tempe kaya akan lemak, lemak di dalam tempe bertendensi meningkat derajat ketidakjenuhan lemaknya.menurut Prof Made Astawan, meningkatnya derajat ketidakjenuhan terhadap lemak akan meningkatkan jumlah asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids=PUFA). Asam lemak tidak jenuh ini dapat menurunkan kandungan kandungan kolesterol pada serum. Manfaatnya dapat menetralkan efek negative sterol dalam tubuh.
Tempe juga mengandung karbohidrat, beragam mineral dan vitamin. Dari golongan vitamin, tempe kaya akan vitamin B1, B2, B6, B12, A, D, E dan K. Khusus vitamin B12 di dalam tempe meningkat sebanyak 33 kali aktivitasnya selama proses fermentasi. Dari golongan mineral, tempe juga kaya akan zat besi, fosfor dan kalsium.

Mencegah Anemia
Vitamin B12 umumnya terdapat di dalam bahan pangan hewani, namun di dalam tempe mengandung vitamin B12 yang cukup tinggi. Kandungan vitamin B12 di dalam tempe sekitar 1.5-6.3 per 100 g tempe kering. Di dalam tubuh vitamin B12 dapat membantu pembentukan sel darah merah, karenanya mengkonsumsi tempe dapat mencegah anemia.
Kandungan kapang di dalam tempe menghasilkan enzim fitase yang dapat menguraikan asam fitat menjadi inositol dan fosfor. Terurainya asam fitat ini, mineral seperti magnesium, seng, zat besi dan kalsium lebih tersedia dan dimanfaatkan tubuh. Mineral seperti zat besi ini merupakan komponen penting dalam pembentukan sel darah merah.

Kaya Akan Antioksidan
Tidak hanya sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan, di dalam tempe juga mengandung zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Isovlafon ini merupakan zat antioksidan yang dapat mencegah dan menghentikan pembentukan radikal bebas penyebab kanker.
Sepeti hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas North Carolina di Amerika Serikat, hasil penelitianya menunjukan bahwa phytoestrogen dan genestein yang terdapat di dalam tempe dapat mencegah kanker payudara dan kanker prostat. Radikal bebas adalah atom satu atau lebih electron yang tidak berpasangan. Atom ini sangat reaktif dan dapat menyebabkan kanker. Radikal bebas yang masuk di dalam tubuh memalui beragam cara, seperti dari makanan hingga polusi udara. Dengan adanya antioksidan di dalam tubuh maka terbentuknya radikal bebas dapat dicegah.
Selain antioksidan, tempe juga kaya akan serat. Kandungan s erat di dalam tempe sekitar 8-10 persen per 100 g. Tingginya serat terkandung di dalam tempe dapat memperlancar proses pencernaan. Serat juga dapat mencegah terbentuknya kanker kolon dan saluran cerna. Teks & Foto : Budi Sutomo.

Kandungan Gizi Tempe & Kedelai/100 g Bahan Kering

Kedelai

Protein 46.2 g
Lemak 19.1 g
Karbohidrat 28.2 g
Kalsium 254 mg
Besi 11 mg
Fosfor 781 mg
Vitamin B1 0.48 mg
Vitamin B12 0.2 mg

Tempe:
Protein 46.5 g
Lemak 19.7 g
Karbohidrat 30,2 g
Kalsium 347 mg
Besi 9 mg
Fosfor724 mg
Vitamin B1 0,28 mg
Vitamin B12 3.9 mg

Sumber: Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan. 2004

Makanan Bayi dan Balita

0 komentar

Bayi sebaiknya di berikan ASI eklusif hingga usia 6 bulan. Karena bagi bayi usia tersebut tidak ada makanan lain yang sebaik ASI. Namun jika kondisi tertentu, seperti produksi ASI tidak mecukupi kebutuhan nutrisi bayi atau alasan medis yang lain, maka pada usia 4 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI. Menginjak usia 6 bulan ke atas, ASI sebagai sumber nutrisi sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan gizi yang terus berkembang. Perlu diberikan makanan pendamping ASI. Teks & Foto: Budi Sutomo

Bayi dilahirkan dengan kemampuan refleks makan, seperti mengisap, menelan dan akhirnya mengunyah. Pemberian makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan perkembangan sistem alat pencernaan bayi, mulai dari makanan bertekstur cair, kental, semi padat hingga akhirnya makanan padat. Secara umum kesiapan bayi menerima makanan pendamping ditandai dengan hal-hal berikut:
1. Bayi mulai memasukan tangan ke mulut dan mengunyahnya.
2. Bayi merespon dan membuka mulutnya saat disuapi makanan.
3. Hilangnya refleks menjulurkan lidah
4. Bayi lebih tertarik pada makanan dibandingkan botol susu atau ketika disodorkan puting susu.
5. Bayi rewel atau gelisah padahal sudah diberi asi atau susu formula sebanyak 4-5 kali sehari.
6. Bayi sudah bisa duduk sambil disangga dan sudah mampu menegakkan kepalanya.

Variasi Makanan Pendamping
Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap baik dari tekstur maupun jumlah prosinya. Kekentalan makanan dan jumlah harus disesuaikan dengan ketrampilan dan kesiapan bayi di dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi diberi makanan cari dan lebut, setelah bayi bisa menggerakan lidah dan proses mengunyah, bayi sudah bisa diberi makanan semi padat. Sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh gigi geligi. Porsi makana juga berangsur mulai dari satu sendok hingga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, papaya, avokad. Perhatikan responnya, apakah bayi mentoleransi atau tidak. Bayi biasanya lebih menyukai makanan manis dan bayi biasanya akan memuntahkan jika tidak suka. Jangan dipaksakan jika bayi menolak, berikan jenis makanan pengganti lain dengan rasa berbeda sebagai gantinya. Ketrampilan menelan pada bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada saraf pengecapannya. Karenanya berikan makanan manis seperti sari buah-buahan pada ujung lidah. Dan sayuran pada bagian tengah. Kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah. Citarasa sayuran cenderung langu dan kurang diminati bayi, agar terbiasa makan sayuran, kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair, lembut atau saring, seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran saring/dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat namun tetap bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan makanan keluarga atau makanan padat namun tetap memperhatikan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat menggangu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak. Pada masa ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih ketrampilan di dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.

Organ pencernaan bayi belum sesempurna orang dewasa, makanan tertentu bisa menyebabkan ganguan pencernaan, seperti sembelit, muntah atau perut kembung. Makanan yang dihindari seperti, makanan yang mengandung gas, durian, nangka, cempedak, tape, kol dan kembang kol.

Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Bayi

Makanan yang diberikan bayi harus tepat baik jenis makanannya, jumlahnya hingga kandungan gizinya. Meskipun secara fisik masih bayi namun kebutuhan akan jenis zat gizi, bayi sama dengan orang dewasa, yaitu karbohidrat untuk sumber tenaga (padi-padian, kentang), protein nabati dan hewani untuk pertumbuhan (susu, daging, telur, ikan, kacang-kacangan), vitamin dan mineral untuk menjaga dan memelihara kesehatan.
Agar bayi tumbu sehat diperlukan vitamin A agar kesehatan matanya terjaga dan menjaga dari serangan inveksi. Vitamin D baik untuk pertumbuhan gigi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari serangan penyakit, bayi memerlukan beragam vitamin dan mineral esensial. Seperti vitamin C, E, A dan seng. Sedangkan golongan antioksidan penangkal radikal bebas bayi perlu golongan vitamin A,E dan C.

Variasi Bubur untuk Bayi
Bubur susu cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas, teksturnya yang lembut mudah dicerna dan diserap alat pencernaan bayi. Penambahan tepung seperti tepung beras atau tepung maizena bisa dilakukan. Tujuan penambahan tepung adalah meningkatkan nilai gizi dari bubur, susu sebagai sumber protein dan tepung sebagai sumber karbohidrat pemberi energi bayi. Sebenarnya variasi makanan bayi tidak hanya bubur susu. Yang perlu diperhatikan adalah dalam pemilihan susu, jika menggunakan susu olahan berikan susu formula yang sesuai dengan usia bayi. ASI juga bisa ditambahkan ke dalam bubur susu, proses membuatnya setelah tepung direbus dengan air atau kaldu (air rebusan daging ayam/daging atau ikan) hingga matang dan mengental, tambahkan larutan susu formula hangat atau ASI, baru diaduk rata. Susu apalagi ASI sebaiknya jangan direbus karena akan merusak kandungan gizinya, cukup diseduh dengan air panas/hangat dan di campur dengan bubur tepung.

Variasi makanan pendamping asi tidak hanya bubur tepung, bubur buah dan bubur sayuran. Perlu diberikan selang-seling dengan bubur susu agar kebutuhan akan vitamin dan mineral bayi terpenuhi. Bubur buah bisa menggunakan avokad, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka atau pisang. Jangan menggunakan buah-buahan terlalu asam dan berserat kasar seperti nanas karena bayi belum pencernaan bayi belum bisa menerima. Sayuran seperti wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat dan kentang juga bisa dibuat bubur sayuran. Cairan yang digunakan bisa kaldu daging, kaldu ikan, kaldu ayam atau kaldu sayuran.

Bubur Susu Maizena
Bahan:
1 sdm tepung maizena
40 g bayam, cuci, rebus, haluskan
150 ml ASi atau 3 sdm susu formula lanjutan yang dilarutkan dengan dengan 100 ml air hangat
200 ml air matang/kaldu sayuran
Cara Membuat:
1. Larutkan tepung maizena dengan 200 ml air matang/kaldu sayuran. Didihkan hinga matang dan mengental. Angkat.
2. Sesaat sebelum diangkat, masukan bayam. Aduk rata, angkat dari perapian.
3. Selagi hangat masukan ASI atau larutan susu formula lanjutan, aduk rata.
4. Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan hangat.
Untuk 2 porsi

Kandungan ± Nutrisi per porsi:
Protein: 3.8 g
Lemak: 1.1 g
Karbohidrat: 19.8 g
Energi: 61.3 kkal

Kaldu Sayuran:
60 g wortel, potong-potong
40 g batang sledri, potong-potong
200 ml air
Cara Membuat:
Campur semua bahan kaldu, rebus denga api kecil hingga mendidih, angkat, saring.

Nasi Tim
Variasi nasi tim untuk MP-ASI sebaiknya jangan menggunakan bahan yang monoton. Variasikan setiap hari, ini penting agar bayi tercukupi semua gizinya. Mengingat kandungan gizi setiap bahan pangan juga berbeda satu dengan yang lain. Selain nasi sebagai bahan utama sumber karbohidrat, di dalam nasi tim sebaiknya mengandung protein hewani atau nabati dan sayuran. Seperti nasi tim, ditambah dengan daging cicang dan potongan kecil wortel. Atau nasi tim dikombinasi dengan tahu, tomat atau bayam.

Nasi Tim Hati Ayam
Bahan:
60 g beras, cuci bersih
50 g hati ayam, rebus lalu haluskan/cincang
40 g wortel, potong dadu kecil
40 g tomat, buang bijinya, potong dadu kecil
Kaldu Ayam:
100 g, tulang ayam/kaki ayam, cuci bersih
500 ml air
1 batang daun bawang, potong-potong
Cara Membuat:
1. Kaldu Ayam: Rebus semua bahan kaldu hingga mendidih. Angkat, saring.
2. Tuang air dalam panci, panaskan hingga mendidih.
3. Siapkan pinggan tahan panas atau panic, masukkan beras, kaldu dan wortel, aduk rata. Letakan pinggan tahan panas/panci di atas panci yang berisi air mendidih. Tutup panci, masak hingga beras matang dan lembut.
4. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan rebusan hati ayam dan potongan tomat, aduk rata. Masak kembali selama 2 menit. Angkat.
5. Masukkan nasi tim ke dalam mangkuk atau piring saji. Berikan pada bayi dalam kondisi hangat.
Untuk 2 Porsi

Kandungan ± nutrisi per porsi
Protein: 7.3 g
Lemak: 1.1 g
Krbohidrat: 27.8 g
Energi: 150.5 kkal

Makanan yang Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
1. Bubur tepung beras/beras merah, dimasak dengan menggunakan cairan air/kaldu daging/sayuran, susu formula, ASI atau air.
2. Bubur tepung baik tepung maizena, dimasak dengan kaldu atau susu formula/ASI
3. Pure buah atau buah yang dihaluskan, seperti pisang, papaya, melon, apel, avokad.
4. Pure sayuran, sayuran yang direbus kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sayuran yang dianjurkan, kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning. Selama memblender sayuran sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar tekstur sayuran dapat lembut.
5. Pure Kacang, kacang merah/kacang hijau/kacang polong yang direbus dengan kaldu hingga empuk kemudian di haluskan dengan blender. Pastikan blender dan alat saji berlabel food grade agar aman bagi bayi.
6. Daging, pilih yang tidak berlemak
7. Ayam, pilih daging ayam kampung muda tanpa tulang, kulit dan lemak.
8. Ikan, pilih daging ikan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.

Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
1. Semua jenis makanan yang mengandung protein gluten, biasanya terdapat di dalam tepung terigu, barley, biji kandum, cookies dari tepung terigu dan havermut. Protein gluten di dalam bahan pangan ini seringkali menyebabkan reaksi gluten intolerance yang menyebabkan perut kembung, mual dan diare pada bayi.
2. Hidari pemberian gula, garam, bumbu masak/penyedap rasa terhadap makanan bayi.
3. Makanan terlalu berlemak
4. Buah terlalu asam, seperti jeruk, sirsak
5. Makanan terlalu pedas atau berbumbu tajam, hindari cabe, lada dan asam
6. Susu sapi dan olahannya. Khususnya untuk bayi yang memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi atau lactose intolerance
7. Buah-buahan mengandung gas, durian, cempedak, pemicu kembung dan sembelit
8. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak, pemicu perut kembung
9. Kacang tanah, bisa menyebabkan alergi atau pemicu anaphylactic shock atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi susah bernapas.
10. Seringkali telur memicu alergi, berikan bertahap dengan porsi kecil dan lihat reaksinya. Jika tidak menimbulkan alergi telur bisa diberikan.

Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi
Pola makan bayi sebenarnya tidak ada acuan pastinya, karena waktu makan bayi dan istirahat bayi belum teratur seperti orang dewasa, karenanya gunakan pola makan sehari sebagai berikut.
Berikan ASI sekehendak atau semaunya bayi.
Jika menggunakan susu formula pengganti ASI, berikan 5 kali sehari dengan takaran 180-210 ml untuk bayi usia 4-5 bulan. Untuk, bayi usia 5-6 bulan, berikan 5 kali sehari dengan takaran susu 210 ml-240 ml setiap kali minum. Tambahkan satu kali bubur susu dan satu kali bubur buah atau pure sayuran.

Kebutuhan gizi bayi
Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:

Energi 550 kkal
Protein 10 g
Vitamin A 375 RE
Vitamin D 5 mcg
Vitamin E 4 mg
Vitamin C 40 mg
Vitamin B12 0/4 mcg
Kalsium 200 mg
Besi 0.5 mg
Seng 1.3 mg
Sumber: Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 2004

Gizi Seimbang untuk Bayi & Balita

0 komentar

Anak Mudah Sakit? Atasi dengan Gizi Seimbang


Agar buah hati Anda tidak gampang sakit, daya tahan tubuhnya perlu diperkuat. Caranya, bukan dengan obat, melainkan dengan asupan gizi yang seimbang. Selain ASI, ia musti mengkonsumsi makanan pendamping ASI untuk tumbuh kembangnya. Ingin anak Anda sehat dan bugar? Bijaklah memilih asupan bernutrisi.

Bahasan seputar permasalahan makanan bayi dan balita diulas tuntas oleh dr. Natalia Emmy, SpGK, dr. Ommy Ariansih, SpA dan praktisi Kuliner dan Gizi Budi Sutomo, S.Pd.

Artikel lengkapnya bisa di baca pada laporan utama tabloid Mom & Kiddie - Edisi No 12 - Beredar 28 Januari – 10 Februari 2008


MAKANAN UNTUK BALITA

0 komentar



RESENSI

BUKU
TERBARU

Judul:

MAKANAN BALITA
Praktis, Sehat & Lezat

Penulis:
Budi Sutomo
Dr. Dwi Yanti Anggraini

Penerbit:
PT. Primamedia Pustaka

Harga:

Rp: 32.000

Pemesanan:
Unit Layanan Jual. Gedung Gramedia majalah unit 1 lantai 2. Jl. Panjang no 8 A. Kebon Jeruk. Jakarta. 11530- telpon 021- 5306263. SMS-0811908680. E-mail: ulj@gramedia-majalah.com

Resensi:

Usia balita merupakan masa peralihan makanan dari makanan pendamping ASI ke makanan orang dewasa. Namun, pemberiannya juga masih bertahap disesuaikan dengan kemampuan sistem pencernaan anak dan kebutuhan gizinya. Di usia ini, saatnya Anda memperkenalkan ragam makanan. Namun, ingat pilih yang sehat dan alami karena akan menentukan pola makan anak selanjutnya.

Sesuai dengan kemampuan pencernaan dan kebutuhan gizi, balita dipilah menjadi dua, yaitu batita (1—3 tahun) dan prasekolah (4—5 tahun). Batita merupakan konsumen pasif, artinya dia masih menerima saja makanan yang diberikan orang tuanya. Berikan makan dalam porsi kecil dengan frekuensi sering (7—8 kali) sehari, terdiri atas tiga kali makan pagi, siang, dan sore, 2—3 kali makan selingan, dan 3—4 kali minum susu.Masing-masing usia ini memerlukan makanan yang berbeda sesuai tahap perkembangan saluran pencernaannya dan kebutuhan gizinya.

Berbeda dengan batita, anak prasekolah adalah konsumen aktif sehingga dia sudah bisa menentukan makanannya sendiri. Aktivitasnya juga lebih tinggi sehingga kebutuhan energinya lebih banyak daripada batita. Oleh karena itu, porsi makan diperbesar daripada batita dengan frekuensi diturunkan menjadi 5—6 kali sehari, terdiri atas 3 kali makan pagi, siang, dan sore dan 2 kali makan selingan. Susu 2 kali sehari (pagi dan malam hari) atau dicampurkan pada makanan.



Mengingat rentanya usia balita, maka penulis menyusun buku ini, harapanya, buku ini bisa menjadi panduan para ibu untuk menyusun menu bagi si buah hati. Selain puluhan resep yang disertai kandungan gizi, di dalam buku ini juga mengulas secara tuntas;

1. Pola makan balita berdasarkan kecukupan gizi yang dianjurkan
2. Angka kecukupan gizi balita yang dianjurkan
3. Sumber bahan pangan yang baik untuk balita, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan lemak. Dibahas satu persatu beserta cara menyapkanya.
4. Tip & trik mengatasi masalah makan pada anak
5. Merngatasi balita susah makan
6. Makanan selingan
7. Mengatasi balita susah minum susu
8. Cara mengatasi obesitas pada anak
9. Serta cara menanamkan kebiasaan makan yang baik pada anak

Buku yang layak dimiliki bagi para ibu, agar buah hati Anda tumbuh dan berkembang secara maksimal dengan makanan yang sehat dan alami.

TABLOID KULINER SAJI TERBARU

0 komentar



DUA BUKU

NONGOL
DI TABLOID

SAJI

Tabloid kuliner saji edisi 98 yang terbit tanggal 16-29 Mei 2007 telah beredar.
Di dalam edisi ini Anda disuguhi beragam resep Istimewa. Seperti mencoba berbagai macam resep kroket, aneka kudapan dari Ubi, kue semprong untuk wira usaha boga, hingga resep ala selebriti Oppie Andaresta yang selalu masak tanpa panduan resep.

Di dalam edisi ini juga di muat iklan dua buku terbaru dari budi boga, yaitu 109 JUS UNTUK TERAPI dan MAKANAN UNTUK BALITA. Saya Ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap PT Primamedia Selaku penerbit Buku saya dan Tabloid Saji.




Ikan Cegah Penyakit Jantung Koroner

0 komentar




Ikan
Cegah Penyakit Jantung Koroner


Teks: Budi Sutomo

Sebagai sumber protein hewani, ikan memang sempurna. Dengan harga yang relativ murah, ikan kaya akan protein, vitamin, mineral esensial, rendah kolesterol dan kadungan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak.

Banyak manfaat dari mengkonsumsi ikan, hingga hari pangan se dunia yang ke 16, pemerintah mengangkat tema Melalui Konsumsi Ikan Kita Tingkatkan Status Gizi Masyarakat. Sayangnya konsumsi ikan di kalangan masarakat kita belum membudaya. Konsumsi ikan masarakat Indonesia per kapita per tahunnya masih tergolong rendah yaitu sekitar 19.14 kg. Hanya daerah Maluku dan Sulawesi Utara yang konsumsinya di atas 50 kg/kp/tahun. Sangat disayangkan, mengingat Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan hasil perikanan.

Proteinnya Mudah Dicerna
Ikan digolongkan menjadi ikan air tawar, ikan air laut dan ikan migrasi. Dilihat dari komposisi zat gizinya, ketiga jenis ikan ini sama kayanya akan nutrisi. Umumnya ikan kaya akan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan retinol. Nutiri esensial ini sangat penting bagi tubuh, terutama anak dan remaja di masa pertumbuhan.

Nilai cerna protein ikan sangat tinggi yaitu lebih dari 90%. Kondisi ini menjadikan ikan sangat mudah dicerna dan baik untuk lansia, anak-anak dan bayi. Mengingat kelompok balita dan lansia adalah usai rentan. Balita memiliki sistem pencernaan yang belum sesempurna orang dewasa. Sedangkan manula organ pencernaan yang fungsinya mulai menurun. Dua kelompok ini sangat disarankan mengkonsumsi ikan untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh.
Keunggulan lain dari ikan adalah rendahnya kandungan kolesterolnya. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi kesehatan, mengingat lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masarakatnya rendah kasus penyakit jantung.

Vitamin dan mineral juga banyak terdapat di dalam daging ikan. Golongan vitamin yang banyak terkandung di dalam ikan adalah golongan vitamin yang larut di dalam lemak, seperti vitamin A dan D. Sedangkan mineral yang dominan adalah fosfor, besi, kalsium, selenium dan iodium. Vitamin dan mineral ini bermanfaat baik bagi tubuh, seperti menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro. Berikut tabel komposisi zat gizi dari beberapa jenis ikan air tawar dan laut.


Ikan protein lemak kalsium fosfo besi
Kakap 20.0 g 0.7 g 20 mg 200 mg 1.0 mg
Peda 28.0 g 4.0 g 174 mg 316 mg 3 .1 mg
Teri kering 33.3 g 2.9 g 1209 mg 1225 mg 3.0 mg
Bandeng 20.0 g 4.8 g 20 mg 150 mg 2.0 mg
Ikan mas 16.0 g 2.0 g 20 mg 150 mg 2.0 mg
Lele 18.2 g 2.2 g 34 mg 116 mg 0.2 mg
Kembung 22.0 g 1.0 g 20 mg 200 mg 1.0 mg
Sumber: Oey Kam Nio. Daftar Analisis Bahan Makanan.1995



Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega-3 adalah asam lemak yang memiliki posisi ikatan rangkap pertama pada atom karbon nomor tiga dari gugus metil. Minyak ikan biasanya memiliki komposisi asam lemak dengan rantai karbon panjang dan ikatan rangkap yang banyak (polyunsaturated fatty acids). Konfigurasinya omega-3 pada ikan lebih banyak dibandingkan lemak tumbuhan atau hewan darat. Kandungan asam lemak omega-3 yang dominan di dalam ikan adalah asam linolenat, asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat.

Kandungan asam lemak omega-3 ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lemak ini terbukti bermanfaat untuk mencegah terjadinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi risiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan sistem saraf.

Ciri-Ciri Ikan Segar
Jika tidak diperlakukan dengan benar, ikan mudah mengalami kerusakan. Ini karena kandungan air yang tinggi pada ikan dan secara alami ikan. Ikan juga mengandung enzim pengurai protein menjadi isobutilamin, kadaverin dan putresin yang menyebabkan aroma kurang sedap.Untuk mempertahankan kesegaran ikan sebaiknya disimpan di tempat bersuhu rendah. Di dalam kulkas, ikan dapat bertahan segar selama beberapa hari. Sedangkan jika disimpan di dalam freezer, ikan dapat bebrtahan hingga berbulan-bulan. Adapun ciri-ciri ikan segar adalah;
1. Mata ikan jernih, kornea bening, pupil hitam dan mata cembung. Sedangkan ikan tidak segar mata cekung, buram serta mata kelabu tertutup lendir.
2. Insang ikan segar merah segar, jika sudah menurun kualitasnya insang menjadi keabuan, berlendir dan bau.
3. Lendir ikan segar bening dan baunya khas ikan. Jika sudah membusuk, lendir menjadi kekuningan, lengket dan aroma menyengat.
4. Sisik ikan segar melekat kuat, mengkilap dan tertutup lendir jernih. Jika sudah tidak segar, sisik berubah menjadi mudah lepas dan warna memudar.
5. Aroma ikan segar berbau khas ikan. Jika sudah tidak segar berbau busuk dan biasanya mengapung jika diletakan di dalam air.
6. Daging ikan segar elastis dan bewarna cerah, jika ditekan tidak menimbulkan bekas permanen. Ikan busuk berwarna pucat, lunak dan menimbulkan jejak permanen jika ditekan.

Mengolah Ikan Yang Benar

Asam lemak omega-3 mudah sekali mengalami kerusakan akibat pemanasan seperti penggorengan akibat proses oksidasi. Metode menggoreng juga bisa menyebabkan terserapnya minyak goreng di dalam daging ikan dan lemak ikan justru terbuang keluar selama proses penggorengan. Prof Made menyarankan untuk mengolah ikan sebaiknya dengan metode pepes, kukus, dipanggang atau di tim. Metode memasak ini tidak menyebabkan lemak ikan terbuang percuma. Konsumsi ikan segar juga lebih disarankan daripada ikan kalengan. Ikan di dalam kaleng biasanya lemaknya sudah dikurangi agar ikan lebih awet. Proses pengalengan ikan juga menyebabkan teroksidasinya asam lemak omega-3, sebagai pengawet biasanya di tambahkan pengawet kimia, garam atau lemak nabati yang dapat menurunkan kualitas asam lemak omega-3.

 
  • Ilmu Memasak © 2012