Teman Tapi Mesra, Sebuah Awal Perselingkuhan

Apakah Pasangan Anda Setia?

Mengarungi biduk rumah tangga terkadang tak selamanya mulus. Banyak permasalahan datang silih berganti, termasuk perselingkuhan. Benarkah TTM alias teman tapi mesra menjadi salah satu awal dari perselingkuhan, bagaimana kita harus bersikap jika pasangan berselingkuh? Temukan jawabanya dalam ulasan berikut.

Perselingkuhan sebenarnya bukan hal baru tetapi selalu menarik untuk dibahas. Menurut Psikolog Dra. Augustine Sukarlan Basri, M.Si, yang disebut berselingkuh adalah jika salah satu pasangan baik istri maupun suami menghianati kesetiaan dan berpaling dengan orang lain tanpa ada ikatan yang jelas. Sangat menyakitkan memang, makanya cari tau faktor penyebab perselingkuhan, tanda-tandanya dan bagaimana kita harus bersikap jika pasangan berselingkuh. Karena hal ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

Fa
ktor Penyebab Perselingkuhan
Banyak faktor penyebab perselingkuhan, seperti yang dituturkan Psikolog Augustine kepada pebulis. Menurutnya, terjadinya perselingkuhan disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor eksternal misalnya mengalami ketidak puasan dalam berhubungan seks dengan pasangan. Kebutuhan kasih sayang yang tidak terpenuhi, maupun kurang dari sisi materi. Sedangkan faktor internal, bisa jadi karena individu bersangkutan memang suka berganti-ganti pasangan. Sebab lain adalah pribadi yang selalu merasa rendah diri sehingga perlu pengakuan eksistensi dirinya dengan jalan berselingkuh. Dengan cara ini sipelaku merasa terpuaskan dan mampu memenuhi rasa ketidaknyamanan dalam dirinya. Sebagian orang juga melakukan selingkuh sebagai pelarian dari stress, baik karena persoalan rumah maupun kantor.
Faktor kedekatan atau istilah trennya TTM (teman tapi Mesra-Red) juga bisa menjadi jembatan terjadinya perselingkuhan. Sebenarnya tidak semua TTM mengarah ke perselingkuhan, tergantung kontrol individu masing-masing. Memang kemungkinannya lebih besar, karena persahabatan terutama dengan rekan kantor biasanya terlihat luarnya saja, istilahnya hubungan formal. Hubungan ini biasanya terlihat serba baik, karena masing-masing menjaga image dirinya. Tidak seperti hubungan informal tanpa batas yang dilakukan dengan istri/suami dalam rumah. Istilahnya sudah tau luar dalamnya atau baik buruknya. Sesuatu yang terlihat baik, seringkali memunculkan kekaguman. Dari rasa simpatik, berubah menjadi ketertarikan dan diakhiri dengan affair. Apalagi suasana yang mendukung karena selalu bersama di dalam lingkungan kantor sehingga peluang berselingkuh sangat mungkin terjadi.

Tanda-Tanda Pasangan Berselingkuh
Jangan percaya begitu saja dengan pasangan, apalagi jika sudah memperlihatkan gelagat-gelagat aneh,bisa jadi pasangan Anda punya “sepia” lain di luar sana. Perhatikan tanda-tanda pasangan berselingkuh;
1. Selalu mematikan HP di malam hari, dia juga akan marah jika Anda membuka HP, padahal hal ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Kemarahan dia adalah bentuk dari ketakutan dan rasa bersalah dalam dirinya.
2. Sering menyebut nama rekan kantor lain jenis, Anda harus curiga apalagi jika dia bercerita dengan mata berbinar. Ini pertanda ia kagum pada dirinya.
3. Berdandan lama ketika akan berangkat kerja, berpenampilan rapi, modis dan wangi, padahal dia bukan tipe pesolek. Jika ini terjadi, berarti ada seseorang yang menarik hatinya di luar sana.
4. Gaji cepat habis, padahal tidak ada pengeluaran tambahan. Bisa jadi ia harus “menyantuni” orang lain. Bukankah orang yang jatuh cinta biasanya royal membelanjakan uangnya?
5. Sering pulang terlambat bahkan menginap dengan alasan yang kurang masuk akal. Jangan percaya begitu saja, coba cek sesekali ke kantor kebenarannya.
6. Terlalu dingin atau terlalu mesra ketika akan berangkat atau sepulang kerja, wah bisa jadi ini hanya tipu daya untuk menutupi rasa bersalahnya.

Bagaimana Harus Bersikap?
Bagaimana menyikapi pasangan yang berselingkuh? Augustine menyarankan agar diselesaikan dengan bijaksana, berkepala dingin dan bersabar. Cobalah berintropeksi diri, karena bisa saja letak kesalahan ada dalam diri Anda, jar psikolog yang juga dosen fakultas psikologi UI.
Lebih jauh Augustine menyarankan untuk mengkomunikasikan segala macam persoalan dalam rumah tangga, dengan berkomunikasi segala macam persoalan bisa dipecahkan. Berempati dan memahami masing-masing kekurangan juga kunci keharmonisan rumah tangga agar terhindar dari perselingkuhan. Pahami masing masing kebutuhan, selalu membina dan menjaga romantisme agar pasangan bahagia bersama Anda.
Respon masing-masing individu berbeda dalam menghadapi persoalan. Sebagian orang merasa sakit hati dan menganggap perselingkuhan perbuatan tak termaafkan. Sebagian lagi mau menerima kembali dan memperbaiki hubungan, semuanya dikembalikan ke individu masing-masing. Faktor anak juga harus menjadi pertimbangan utama, apakah benar perceraian bisa menjadi jalan keluarnya. Jika memutuskan untuk kembali, lihat juga keseriusan pasangan untuk merubah dirinya. Seberapa jauh pasangan mau bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi. Harus ada komitmen baru yang disepakati dan ditaati kedua belah pihak.
Masalah perselingkuhan sebenarnya bisa dihindari dan jika sudah terjadi pasti bisa terselesaikan. Kuncinya, jadilah pasangan terbaik baginya. Sehingga nggak ada lagi alasan bagi dia untuk tertarik pada lawan jenis, seberapapun menariknya pria atau wanita idaman lain di luar sana. BUDI SUTOMO

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Ilmu Memasak © 2012